Tutup
BisnisKoperasiNewsOtomotif

Agrinas Pastikan Produsen Lokal Ikut Tender Pikap India

174
×

Agrinas Pastikan Produsen Lokal Ikut Tender Pikap India

Sebarkan artikel ini
bos-agrinas-pangan-blak-blakan-undang-produsen-lokal-tender-sebelum-‘deal’-impor-pikap-india
Bos Agrinas Pangan Blak-blakan Undang Produsen Lokal Tender Sebelum ‘Deal’ Impor Pikap India

Jakarta – PT Agrinas Pangan Nusantara angkat bicara terkait rencana impor 105.000 unit mobil pikap dari India. mobil-mobil ini sedianya akan digunakan untuk operasional Koperasi Desa (Kopdes)/Kelurahan Merah Putih.

Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara, Joao Angelo De Sousa Mota, menegaskan bahwa pihaknya telah mengundang produsen otomotif dalam negeri sebelum memutuskan impor.

“Kami sepakat bahwa pengadaan harus memprioritaskan produsen lokal,” ujar Joao dalam jumpa pers, Selasa (24/2/2026).

Joao menunjukkan sejumlah dokumen undangan pengadaan kepada perusahaan otomotif dalam negeri. Beberapa produsen menyatakan kesanggupan memenuhi kebutuhan kendaraan Kopdes Merah Putih sesuai spesifikasi.

Mitsubishi Kramayudha,misalnya,menyanggupi pengadaan 20.600 unit Mitsubishi Fuso truk roda 6. “Akhirnya Kramayudha itu men-supply untuk koperasi Desa Merah Putih sebanyak 20.600. Itu sesuai dengan kapasitas produksi mereka sampai dengan akhir tahun,” jelas joao.

Selain itu, Hino bersedia menyanggupi pengadaan 10 ribu unit, dan Foton Aumark, produsen otomotif asal China, akan men-supply 13.500 unit kendaraan.

Namun, merek-merek populer seperti Toyota Astra, Suzuki Carry, dan Daihatsu Grandmax tidak mencapai kesepakatan. Hal ini disebabkan terkendala kapasitas produksi dan spesifikasi harga yang jauh lebih mahal dari produsen India yang dikontrak Agrinas.

“Klarifikasi kami terkait isu bahwa kami tidak memberikan kesempatan atau tidak memberikan ruang kepada produsen lokal, saya rasa itu tidak benar,” tegas Joao.

“Karena kita terbuka, kita juga melakukan kegiatan ini secara transparan dan semua produsen kita beri kesempatan yang sama, masalah kalau tidak ada kesepakatan atau tidak ada ini kan wajar dalam bisnis,” pungkasnya.