Tutup
IndustriInvestasiRegulasiTeknologi

Kadin Mendesak Regulasi Digital Lindungi Inovasi, Dorong Pertumbuhan

244
×

Kadin Mendesak Regulasi Digital Lindungi Inovasi, Dorong Pertumbuhan

Sebarkan artikel ini
kadin:-regulasi-digital-harus-lindungi-masyarakat-tanpa-bebani-industri
Kadin: Regulasi Digital Harus Lindungi Masyarakat Tanpa Bebani Industri

Jakarta – Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) menyoroti pentingnya keseimbangan dalam penyusunan regulasi yang mengatur ekosistem digital. Kadin menilai, kebijakan pemerintah harus mengedepankan perlindungan dan keamanan masyarakat, namun tetap memberi ruang bagi pertumbuhan ekonomi digital.

Kepala Badan Ekosistem Digital Kadin, Firlie Ganinduto, menyampaikan pernyataan ini menanggapi sejumlah regulasi pemerintah.

Regulasi tersebut di antaranya aturan turunan dari Peraturan Pemerintah tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Perlindungan Anak (PP Tunas) dan rancangan kebijakan terkait sektor ride-hailing.

Menurut Kadin, arah kebijakan digital nasional harus mampu menjaga kepentingan publik dan memastikan keberlanjutan iklim usaha.

Firlie menegaskan bahwa regulasi tidak seharusnya menjadi penghambat inovasi.”Kami mendukung regulasi yang melindungi kepentingan nasional, UMKM, dan masyarakat,” ujar Firlie dalam konferensi pers virtual, Jumat (27/2/2026).

“Namun, kami juga percaya bahwa regulasi harus memberikan ruang tumbuh, bukan menutup ruang,” imbuhnya.

Kadin menilai, dalam penyusunan aturan turunan PP Tunas, masih ada aspek yang perlu dikaji lebih mendalam melalui dialog dengan pelaku industri.

Salah satu poin krusial adalah komponen penilaian risiko yang akan dibebankan kepada Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE).Firlie menyebutkan bahwa parameter penilaian risiko dalam rancangan aturan tersebut belum memiliki kejelasan yang memadai.

Ketidakjelasan ini berpotensi menimbulkan perbedaan interpretasi dalam implementasinya.

“Jadi parameter risiko itu seperti apa, definisinya, semua itu harus diperjelas dalam PP-nya,” kata Firlie.Kadin menekankan pentingnya pelibatan industri sejak awal penyusunan kebijakan.

Firlie menyampaikan bahwa partisipasi pelaku usaha seharusnya tidak hanya dilakukan ketika regulasi hampir rampung, melainkan sejak awal proses perumusan.

Dengan keterlibatan yang lebih dini, sinkronisasi antara kebutuhan perlindungan masyarakat dan kepentingan pertumbuhan ekonomi digital dapat dicapai secara optimal.

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Kinerja reksadana campuran berbalik arah pada Maret 2026, dari semula mencatatkan imbal hasil positif menjadi tertekan. Berdasarkan data Infovesta, imbal hasil reksadana campuran pada Maret 2026 tercatat turun 5,62% secara bulanan. Padahal pada Februari 2026, kinerjanya masih tumbuh 1,44%. Senior Vice President, Head of Retail, Product Research & Distribution Henan Putihrai Asset Management (HPAM), Reza Fahmi Riawan,…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com – JAKARTA. PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA) bakal membagikan dividen tunai tahun buku 2025 senilai total Rp 4,07 triliun kepada para pemegang saham. Keputusan tersebut merujuk hasil Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Perseroan yang digelar pada Jumat (17/4/2026) lalu. Dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia, dikutip Minggu (19/4/2026), manajemen CIMB Niaga menyebut nilai dividen yang dibagikan maksimal setara 60%…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerikat Serikat (AS) melemah pada Jumat (17/4/2026). Mengutip Bloomberg, rupiah melemah 0,29% secara harian ke Rp 17.189 per dolar AS. Berdasarkan Jisdor Bank Indonesia (BI), rupiah melemah 0,27% secara harian ke Rp 17.189 per dolar AS. Chief Analyst Doo Financial Futures, Lukman Leong mengatakan, rupiah kembali melemah cukup besar dan mencatatkan rekor paling lemah sepanjang sejarah….

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan berpeluang melanjutkan penguatan terbatas pada perdagangan Senin (20/4/2026), di tengah sentimen global yang masih dibayangi ketegangan geopolitik. Pada penutupan perdagangan Jumat (17/4/2026), IHSG ditutup menguat 0,17% ke level 7.634,00. Penguatan ini ditopang oleh antisipasi aksi korporasi emiten serta koreksi harga minyak mentah. Head of Retail Research MNC Sekuritas…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com – JAKARTA. Kinerja emiten batubara tercatat menurun pada tahun 2025 yang salah satunya disebabkan oleh berkurangnya harga jual rata-rata atau average selling price (ASP). Sejumlah faktor seperti pemangkasan rencana kerja dan anggaran biaya (RKAB), harga batubara hingga sentimen geopolitik menjadi faktor penentu kinerja emiten batubara ke depan. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyampaikan bahwa volume produksi…