Tutup
EkonomiNewsPolitik

Ibas Dorong Ekonomi Syariah, Masyarakat Akar Rumput Berdaya

103
×

Ibas Dorong Ekonomi Syariah, Masyarakat Akar Rumput Berdaya

Sebarkan artikel ini
waka-mpr:-ekonomi-syariah-harus-mampu-berdayakan-masyarakat-dari-bawah
Waka MPR: Ekonomi Syariah Harus Mampu Berdayakan Masyarakat dari Bawah

Madiun – Wakil Ketua MPR RI, Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas), menegaskan pentingnya penguatan ekonomi syariah yang inklusif dan berkeadilan.

Menurutnya, hal ini menjadi kunci untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, terutama di tingkat akar rumput.Penegasan ini disampaikan Ibas saat menghadiri audiensi bertema “Ekonomi Syariah inklusif, Berkeadilan, Indonesia Maju Sejahtera” pada Minggu (1/3/2026).Ibas menjelaskan, ekonomi syariah bukan hanya tentang sistem keuangan berbasis prinsip Islam.

Lebih dari itu, ekonomi syariah adalah instrumen pemerataan ekonomi yang dapat memperkuat masyarakat kecil dan pelaku usaha di daerah.

“Ekonomi syariah harus mampu memberdayakan masyarakat dari bawah. Jika UMKM dan ekonomi rakyat kuat, maka keluarga kuat, daerah kuat, dan pada akhirnya bangsa kita juga semakin kuat,” ujar Ibas, Senin (2/3/2026).Ibas juga menyoroti tantangan utama dalam pengembangan ekonomi syariah saat ini.

tantangan tersebut antara lain rendahnya literasi keuangan, keterbatasan akses pembiayaan, dan belum optimalnya integrasi antara dunia pendidikan, lembaga keuangan, dan pelaku usaha.

Oleh karena itu,kolaborasi lintas sektor menjadi sangat penting agar ekonomi syariah benar-benar inklusif.

Dalam kesempatan tersebut,Ibas juga menyoroti pentingnya kemudahan akses modal bagi UMKM melalui skema pembiayaan syariah maupun Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Ia menegaskan bahwa pemerintah terus mendorong kebijakan pembiayaan dengan bunga rendah serta prosedur yang lebih sederhana agar pelaku usaha kecil dapat berkembang secara berkelanjutan.

“Permodalan harus mudah diakses,tidak dipersulit,namun tetap produktif dan bertanggung jawab. Pembiayaan yang tepat akan membuka lapangan kerja dan menggerakkan ekonomi lokal,” jelasnya.

Menanggapi berbagai aspirasi, Ibas menekankan pentingnya peningkatan literasi keuangan, pendampingan usaha, serta pembentukan komunitas pendamping bagi masyarakat yang ingin mengakses pembiayaan perbankan.

Ia juga mendorong kampus dan lembaga pendidikan untuk tidak hanya menghasilkan lulusan akademis,tetapi juga generasi yang siap menciptakan lapangan kerja melalui kewirausahaan berbasis nilai syariah.

“Kampus, dosen, dan pelaku usaha harus menjadi motor edukasi ekonomi syariah. Anak muda jangan hanya mencari pekerjaan,tetapi juga berani menciptakan usaha yang memberi manfaat bagi masyarakat,” pungkasnya.