Tutup
News

Cinema XXI Catat Laba, Terus Ekspansi Layar Lebar

206
×

Cinema XXI Catat Laba, Terus Ekspansi Layar Lebar

Sebarkan artikel ini
cinema-xxi-tetap-eksis
Cinema XXI Tetap Eksis

Jakarta – Jaringan bioskop terbesar di Indonesia, PT Nusantara Sejahtera Raya Tbk (Cinema XXI/CNMA), mencatatkan kinerja positif sepanjang tahun 2025. Pendapatan perusahaan melonjak 2,6 persen menjadi Rp5,9 triliun, dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp5,7 triliun.

Laba bersih setelah pajak yang diraih Cinema XXI mencapai Rp776,2 miliar. EBITDA perusahaan juga tercatat solid, mencapai Rp1,8 triliun.

Direktur Utama Cinema XXI, Suryo Suherman, menyatakan bahwa kepercayaan dan kolaborasi dari seluruh pihak menjadi kunci utama dalam menjaga performa perusahaan.

Penjualan tiket masih menjadi kontributor utama pendapatan, dengan angka mencapai Rp3,6 triliun. Penjualan makanan dan minuman menyumbang Rp2 triliun, sementara pendapatan lain-lain dari iklan, platform digital, dan acara mencapai Rp298 miliar.

Sepanjang 2025, Cinema XXI mencatat 85 juta penonton. Harga tiket rata-rata (Average Ticket Price/ATP) juga naik 3 persen menjadi Rp46.057, didorong oleh peningkatan okupansi di studio premium seperti The Premiere dan IMAX.

Cinema XXI terus berupaya memperkuat segmen makanan dan minuman (F&B) sebagai bagian dari strategi meningkatkan pengalaman pelanggan.

Di tahun 2025, tim internal Cinema XXI mengembangkan lebih dari 30 menu baru di XXI Café dan The Premiere Café, dengan memperhatikan tren dan preferensi pasar.

Strategi bundling tiket dan F&B di aplikasi m.tix juga diimplementasikan untuk mengoptimalkan penjualan dan meningkatkan nilai transaksi per pelanggan.

Rata-rata belanja makanan dan minuman per penonton (spend per head) meningkat 5,9 persen menjadi Rp25.814, mencerminkan peningkatan daya tarik produk dan kontribusi yang semakin kuat terhadap kinerja perusahaan.

Ekspansi juga menjadi fokus utama Cinema XXI, dengan meresmikan 12 bioskop baru dan menambah 43 layar di tahun 2025. Ekspansi ini mencakup kehadiran perdana di wilayah baru seperti Indramayu, Pematangsiantar, Magelang, Tuban, dan Kota Metro (Lampung).

Hingga akhir Desember 2025, Cinema XXI mengoperasikan 1.388 layar di 267 bioskop yang tersebar di 56 kota dan 30 kabupaten di seluruh indonesia.

Suryo optimistis prospek industri hiburan, khususnya perfilman nasional, akan terus bertumbuh seiring dengan meningkatnya kualitas dan keragaman konten.

“Ada lebih dari 20 film nasional maupun internasional yang masing-masing ditonton oleh lebih dari satu juta penonton di tahun lalu. Pencapaian ini dipertegas dengan keberhasilan dua judul film nasional yang melampaui 10 juta penonton sekaligus menciptakan dua rekor baru, yakni Jumbo dan Agak Laen: Menyala Pantiku!,” pungkas Suryo.