Tutup
EnergiKonsumenPerbankan

Pertamina Merger: Efisiensi Meningkat, Layanan Publik Semakin Cepat

325
×

Pertamina Merger: Efisiensi Meningkat, Layanan Publik Semakin Cepat

Sebarkan artikel ini
merger-3-anak-usaha-pertamina-optimalkan-layanan-publik-saat-mudik
Merger 3 Anak Usaha Pertamina Optimalkan Layanan Publik saat Mudik

Jakarta – Merger tiga anak usaha PT Pertamina (Persero) mendapat respons positif dari berbagai pihak. Langkah ini dinilai akan mengoptimalkan layanan Pertamina kepada masyarakat.

Pengamat Kebijakan Publik Universitas Trisakti, Trubus Rahardiansah, menyatakan merger ini dapat meningkatkan layanan publik dan mempercepat layanan di sektor energi.

Menurut Trubus, merger akan membuat layanan lebih terkoordinasi melalui satu pintu, sehingga lebih efektif, mudah, dan cepat.

“dengan merger itu ada koordinasi yang baik. Selama ini kan dengan 3 perusahaan masing-masing itu terkesan ada ego sektoral,” ujar Trubus.

Praktisi migas Hadi Ismoyo, yang juga Dewan Pertimbangan Ikatan Ahli Teknik Perminyakan Indonesia (IATMI), juga mendukung langkah Pertamina ini.

Ia menilai merger akan membuat perusahaan lebih efisien dan lincah dalam menjalankan bisnis.

“Sisi positifnya tentu akan meningkatkan profit dan lincah dalam menyambar setiap peluang usaha sesuai core bisnisnya,” kata Hadi.

Hadi berpesan agar Pertamina memperkuat tim marketing dan pengembangan bisnis agar merger berhasil.

Pertamina resmi menggabungkan PT Pertamina Patra Niaga (PPN), PT Kilang Pertamina Internasional (KPI), dan PT Pertamina International Shipping (PIS) menjadi subholding downstream per 1 Februari 2026.

Penggabungan ini memunculkan harapan masyarakat terhadap peningkatan efisiensi operasional serta percepatan dan pemerataan distribusi energi di seluruh Indonesia.

Sejumlah warga menilai merger ini memperkuat integrasi bisnis energi dari hulu hingga hilir, sekaligus memangkas proses koordinasi antarperusahaan.

Hafiz (25), seorang warga, mengaku puas dengan layanan Pertamina selama ini.

“Untuk layanan Pertamina cukup puas karena stok BBM mereka selalu ready mulai dari pertalite sampai Pertamax Turbo semuanya ada dan SPBU nya juga banyak ada dimana mana,” kata Hafiz.

Ia berharap layanan semakin baik, terutama dengan memperluas layanan nontunai (cashless) di SPBU di luar Jabodetabek.

Warga lain,Wira,juga menyampaikan hal serupa. Ia menilai stok BBM Pertamina di semua SPBU sudah merata dan cukup.

Namun, ia menekankan perlunya memperluas metode pembayaran cashless, terutama di daerah.

Melalui subholding downstream, Pertamina menargetkan transformasi dalam lini bisnisnya, khususnya peningkatan pelayanan ke masyarakat.

Untuk menjaga layanan selama Lebaran 2026, Pertamina menyiagakan Satuan Tugas Ramadhan dan Idul Fitri untuk menjamin ketersediaan dan kelancaran pasokan energi.

Satgas disiagakan untuk mengantisipasi lonjakan permintaan energi selama periode Hari Raya Idul Fitri 1447 H.

Pertamina memprediksi puncak arus mudik tahap I pada Lebaran tahun ini terjadi pada 14-15 Maret 2026, dan puncak mudik kedua pada 18-19 Maret 2026.