Jakarta – Ancaman krisis energi global kembali menghantui dunia. Pemicunya adalah terganggunya jalur distribusi minyak dunia di selat Hormuz.
Selat Hormuz merupakan jalur vital bagi perdagangan energi global. Sebagian besar pasokan minyak dunia melewati wilayah strategis ini.
Ketegangan geopolitik antara Iran dan Israel-Amerika Serikat (AS) memicu kekhawatiran akan lonjakan harga energi. Dampaknya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat,termasuk di Indonesia,melalui kenaikan biaya listrik dan bahan bakar.
Masyarakat diimbau untuk bijak dalam menggunakan energi sehari-hari, terutama di rumah. Berikut 15 cara hemat energi yang bisa diterapkan:
- Gunakan lampu LED hemat energi.Lampu LED mengonsumsi daya lebih rendah dibanding lampu konvensional.
- matikan lampu saat tidak diperlukan. Kebiasaan ini penting saat biaya energi berpotensi naik.
- Cabut perangkat elektronik yang tidak digunakan. Charger dan perangkat standby tetap mengonsumsi listrik.
- Gunakan peralatan berlabel hemat energi. Peralatan modern dengan efisiensi tinggi membantu mengurangi konsumsi listrik.
- Atur penggunaan AC secara bijak. Batasi penggunaan AC dan sesuaikan dengan kebutuhan.
- maksimalkan cahaya alami di siang hari. Kurangi ketergantungan pada lampu listrik saat matahari masih terang.
- Gunakan mesin cuci saat kapasitas penuh. Hal ini mengurangi frekuensi penggunaan listrik.
- Jemur pakaian secara alami. Hindari penggunaan pengering listrik yang boros energi.
- Pilih kulkas hemat energi. Kulkas yang efisien sangat penting karena bekerja tanpa henti.
- Kurangi frekuensi membuka kulkas. Setiap kali pintu dibuka, energi tambahan dibutuhkan untuk menstabilkan suhu.
- gunakan rice cooker secara efisien. Matikan atau gunakan mode hemat setelah nasi matang.
- Hindari penggunaan alat elektronik bersamaan. Atur pemakaian alat listrik agar tidak terjadi beban berlebihan.
- Gunakan timer atau smart plug.







