Tutup
EkonomiEnergiInvestasiNews

Trump Mengancam, Harga Minyak Dunia Bergejolak Kencang

152
×

Trump Mengancam, Harga Minyak Dunia Bergejolak Kencang

Sebarkan artikel ini
harga-minyak-naik-lebih-dari-rp100-ribu-usai-trump-ancam-hantam-iran-dalam-waktu-dekat
Harga Minyak Naik Lebih dari Rp100 Ribu Usai Trump Ancam Hantam Iran dalam Waktu Dekat

Jakarta – Harga minyak dunia melonjak tajam pada perdagangan Kamis (3/4/2026). Pemicunya,ancaman terbaru Presiden AS Donald Trump untuk menyerang Iran dalam beberapa pekan mendatang.

Pernyataan Trump dinilai pasar gagal memberikan kepastian soal akhir konflik.

Kenaikan harga ini terjadi setelah sempat turun lebih dari US$1 menjelang pidato Trump yang disiarkan secara nasional.

Lonjakan harga energi global ini memicu kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan pasokan minyak yang lebih lama.

Pada perdagangan Kamis pagi, minyak mentah Brent naik US$6,33 atau 6,3 persen ke level US$107,49 per barel.

sementara itu, minyak acuan AS, West Texas Intermediate (WTI), melonjak US$5,28 atau 5,3 persen menjadi US$105,40 per barel.

Dalam pidatonya, Trump menegaskan operasi militer terhadap Iran akan terus berlanjut hingga tujuan tercapai.Ia menambahkan, serangan akan diluncurkan sekitar dua sampai tiga pekan ke depan.

“Kami akan menyelesaikan tugas ini, dan kami akan menyelesaikannya dengan sangat cepat. Kami sudah sangat dekat (dengan kemenangan),” ujar Trump seperti dikutip dari Al-Jazeera.

Eskalasi konflik ini memperburuk krisis energi global. Iran dilaporkan menutup Selat Hormuz sebagai respons atas serangan gabungan AS dan Israel.

Penutupan jalur vital tersebut mengganggu sekitar seperlima pasokan minyak dan gas alam cair (LNG) dunia. Kondisi ini memicu krisis energi terbesar dalam beberapa dekade terakhir.

Pelaku pasar semakin waspada terhadap potensi lonjakan harga lanjutan, terutama jika konflik terus bereskalasi tanpa kepastian penyelesaian.

Trump juga meminta negara lain untuk turun tangan mengatasi krisis tersebut.

“Kepada negara-negara yang tidak bisa mendapatkan bahan bakar, banyak di antaranya menolak terlibat… kumpulkan keberanian yang tertunda, pergi ke selat dan ambil saja,” kata Trump.

Pendiri InterCapital Energy, Alberto Bellorin, menilai lonjakan ini sebagai respons pasar terhadap pupusnya harapan gencatan senjata dalam waktu dekat.

Ia menegaskan, pidato Trump tidak memberikan timeline yang konkret terkait pembukaan kembali Selat Hormuz.

“Normalisasi kondisi kini terlihat akan memakan waktu berbulan-bulan, bukan hitungan minggu,” ucapnya.