Tutup
Regulasi

IHSG Menguat ke 7.709 di Sesi I, Saham AADI hingga INCO Perkasa

175
×

IHSG Menguat ke 7.709 di Sesi I, Saham AADI hingga INCO Perkasa

Sebarkan artikel ini

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melanjutkan tren penguatan pada sesi pertama perdagangan Rabu (15/4/2026). Indeks tercatat naik 0,44% atau 33,61 poin ke level 7.709,56, mengikuti optimisme yang menyelimuti mayoritas bursa saham di kawasan Asia-Pasifik.

Berdasarkan data RTI, pergerakan pasar diwarnai sentimen positif dengan 418 saham menguat, 229 saham melemah, dan 168 saham stagnan. Aktivitas perdagangan terpantau cukup aktif dengan total volume mencapai 33,13 miliar saham dan nilai transaksi menyentuh Rp 13,6 triliun.

Sektor transportasi menjadi pendorong utama kenaikan IHSG dengan lonjakan 3,43%. Diikuti oleh sektor industri yang menguat 3,30% dan sektor bahan baku yang naik 1,11%.

Pada jajaran saham unggulan LQ45, PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) mencatatkan kenaikan tertinggi sebesar 6,31% ke level Rp 10.950. Selain itu, PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) dan PT Vale Indonesia Tbk (INCO) kompak menguat 6,23%.

Di sisi lain, saham yang mengalami tekanan jual atau *top losers* meliputi PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) yang turun 1,92%, PT Bumi Resources Tbk (BUMI) melemah 1,53%, dan PT Indosat Tbk (ISAT) terkoreksi 1,43%.

Penguatan IHSG sejalan dengan sentimen positif di pasar global pasca-reli Wall Street. Investor merespons optimisme terkait potensi solusi diplomatik atas konflik di Timur Tengah, menyusul sinyal negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran. Sentimen ini berhasil meredam kekhawatiran pasar meskipun harga komoditas minyak mentah sempat mengalami fluktuasi.

Sentimen positif juga menyebar ke bursa Asia lainnya. Indeks Kospi Korea Selatan memimpin kenaikan dengan lonjakan 2,87%, diikuti oleh Nifty 50 India sebesar 1,75%, serta Nikkei 225 Jepang yang menguat 0,89%.

Selain pengaruh eksternal, penguatan bursa regional juga didorong oleh sentimen korporasi dan kebijakan fiskal, termasuk rencana China menerbitkan obligasi pemerintah senilai 15,5 miliar yuan di Hong Kong pada 22 April mendatang. Secara keseluruhan, kombinasi sentimen global yang kondusif serta performa solid di berbagai sektor domestik menjadi katalis utama IHSG bertahan di zona hijau sepanjang sesi pagi ini.

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Kinerja reksadana campuran berbalik arah pada Maret 2026, dari semula mencatatkan imbal hasil positif menjadi tertekan. Berdasarkan data Infovesta, imbal hasil reksadana campuran pada Maret 2026 tercatat turun 5,62% secara bulanan. Padahal pada Februari 2026, kinerjanya masih tumbuh 1,44%. Senior Vice President, Head of Retail, Product Research & Distribution Henan Putihrai Asset Management (HPAM), Reza Fahmi Riawan,…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com – JAKARTA. PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA) bakal membagikan dividen tunai tahun buku 2025 senilai total Rp 4,07 triliun kepada para pemegang saham. Keputusan tersebut merujuk hasil Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Perseroan yang digelar pada Jumat (17/4/2026) lalu. Dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia, dikutip Minggu (19/4/2026), manajemen CIMB Niaga menyebut nilai dividen yang dibagikan maksimal setara 60%…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerikat Serikat (AS) melemah pada Jumat (17/4/2026). Mengutip Bloomberg, rupiah melemah 0,29% secara harian ke Rp 17.189 per dolar AS. Berdasarkan Jisdor Bank Indonesia (BI), rupiah melemah 0,27% secara harian ke Rp 17.189 per dolar AS. Chief Analyst Doo Financial Futures, Lukman Leong mengatakan, rupiah kembali melemah cukup besar dan mencatatkan rekor paling lemah sepanjang sejarah….

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan berpeluang melanjutkan penguatan terbatas pada perdagangan Senin (20/4/2026), di tengah sentimen global yang masih dibayangi ketegangan geopolitik. Pada penutupan perdagangan Jumat (17/4/2026), IHSG ditutup menguat 0,17% ke level 7.634,00. Penguatan ini ditopang oleh antisipasi aksi korporasi emiten serta koreksi harga minyak mentah. Head of Retail Research MNC Sekuritas…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com – JAKARTA. Kinerja emiten batubara tercatat menurun pada tahun 2025 yang salah satunya disebabkan oleh berkurangnya harga jual rata-rata atau average selling price (ASP). Sejumlah faktor seperti pemangkasan rencana kerja dan anggaran biaya (RKAB), harga batubara hingga sentimen geopolitik menjadi faktor penentu kinerja emiten batubara ke depan. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyampaikan bahwa volume produksi…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Harga Bitcoin sempat menguat menembus level US$ 75.000 setelah adanya kabar kesepakatan gencatan senjata selama 10 hari antara Israel dan Lebanon pada Jumat (17/4/2026) dinihari. Sentimen positif dari meredanya tensi geopolitik ini mendorong minat investor terhadap aset berisiko, termasuk kripto. Berdasarkan data pasar, pada Minggu (19/4/2026) pukul 07.55 WIB, harga Bitcoin tercatat di level US$ 75.693 atau naik 3,62%…