Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melanjutkan tren penguatan pada sesi pertama perdagangan Rabu (15/4/2026). Indeks tercatat naik 0,44% atau 33,61 poin ke level 7.709,56, mengikuti optimisme yang menyelimuti mayoritas bursa saham di kawasan Asia-Pasifik.
Berdasarkan data RTI, pergerakan pasar diwarnai sentimen positif dengan 418 saham menguat, 229 saham melemah, dan 168 saham stagnan. Aktivitas perdagangan terpantau cukup aktif dengan total volume mencapai 33,13 miliar saham dan nilai transaksi menyentuh Rp 13,6 triliun.
Sektor transportasi menjadi pendorong utama kenaikan IHSG dengan lonjakan 3,43%. Diikuti oleh sektor industri yang menguat 3,30% dan sektor bahan baku yang naik 1,11%.
Pada jajaran saham unggulan LQ45, PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) mencatatkan kenaikan tertinggi sebesar 6,31% ke level Rp 10.950. Selain itu, PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) dan PT Vale Indonesia Tbk (INCO) kompak menguat 6,23%.
Di sisi lain, saham yang mengalami tekanan jual atau *top losers* meliputi PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) yang turun 1,92%, PT Bumi Resources Tbk (BUMI) melemah 1,53%, dan PT Indosat Tbk (ISAT) terkoreksi 1,43%.
Penguatan IHSG sejalan dengan sentimen positif di pasar global pasca-reli Wall Street. Investor merespons optimisme terkait potensi solusi diplomatik atas konflik di Timur Tengah, menyusul sinyal negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran. Sentimen ini berhasil meredam kekhawatiran pasar meskipun harga komoditas minyak mentah sempat mengalami fluktuasi.
Sentimen positif juga menyebar ke bursa Asia lainnya. Indeks Kospi Korea Selatan memimpin kenaikan dengan lonjakan 2,87%, diikuti oleh Nifty 50 India sebesar 1,75%, serta Nikkei 225 Jepang yang menguat 0,89%.
Selain pengaruh eksternal, penguatan bursa regional juga didorong oleh sentimen korporasi dan kebijakan fiskal, termasuk rencana China menerbitkan obligasi pemerintah senilai 15,5 miliar yuan di Hong Kong pada 22 April mendatang. Secara keseluruhan, kombinasi sentimen global yang kondusif serta performa solid di berbagai sektor domestik menjadi katalis utama IHSG bertahan di zona hijau sepanjang sesi pagi ini.







