Tutup
BisnisTeknologi

Shelter Indonesia Luncurkan Shelter+ untuk Operasional Terpadu

119
×

Shelter Indonesia Luncurkan Shelter+ untuk Operasional Terpadu

Sebarkan artikel ini
shelter-indonesia-perkenalkan-ekosistem-digital-untuk-operasional-terintegrasi
Shelter Indonesia Perkenalkan Ekosistem Digital untuk Operasional Terintegrasi

Jakarta – Shelter Indonesia memperkenalkan arah baru perusahaan melalui agenda Corporate Branding dan Brand Positioning Launch sebagai langkah strategis untuk menegaskan transformasi bisnis perusahaan.

Chief Executive Officer (CEO) Shelter Indonesia Hari wahyudin mengatakan perusahaan kini memperkuat posisinya sebagai penyedia solusi alih daya yang tidak hanya bertumpu pada tenaga kerja, tetapi juga didukung sistem dan teknologi terintegrasi.

“Transformasi ini didorong oleh perubahan kebutuhan operasional dunia usaha. Saat ini, perusahaan tidak lagi hanya membutuhkan layanan yang berjalan, tetapi juga visibilitas yang lebih jelas, kendali yang lebih kuat, serta pengambilan keputusan yang lebih akurat,” kata dia dalam keterangan tertulis, Jumat, 17 April 2026.

Shelter Indonesia menilai pola operasional yang masih terpisah dan manual sudah tidak lagi cukup untuk menjawab kebutuhan bisnis yang semakin dinamis.

Sebagai bagian dari transformasi tersebut, Shelter indonesia menghadirkan Shelter+, platform yang dirancang sebagai ekosistem digital untuk mendukung operasional secara menyeluruh.

melalui platform ini, berbagai aktivitas dapat dipantau dan dikelola dalam satu alur terintegrasi, mulai dari pemantauan keamanan melalui Shelter Guard, pengelolaan cleaning service melalui Shelter Cleaning, pelacakan aktivitas penjualan melalui Sellgo, hingga pengelolaan tenaga kerja fleksibel melalui Casual Work.

Pendekatan ini memungkinkan proses operasional yang sebelumnya tersebar menjadi lebih terhubung, lebih terukur, dan lebih berbasis data.

Hari menambahkan, arah baru ini berangkat dari kebutuhan untuk membangun operasional yang lebih utuh dan terkendali.

Menurut dia, tantangan operasional saat ini bukan lagi sekadar memastikan pekerjaan berjalan, tetapi juga memastikan setiap proses dapat dipantau, diukur, dan dikelola dengan lebih baik.

“Arah Shelter indonesia ke depan adalah menjadi mitra strategis operasional yang mengintegrasikan sumber daya manusia dan teknologi, agar operasional klien dapat berjalan lebih terukur, transparan, dan terkendali,” ujar Hari.

Transformasi ini membawa Shelter Indonesia ke posisi baru. Perusahaan tidak lagi hanya hadir sebagai penyedia tenaga kerja operasional, tetapi berkembang menjadi ekosistem tenaga kerja terintegrasi yang memadukan sumber daya manusia dan teknologi untuk menjawab kebutuhan klien secara lebih menyeluruh.

Dari sisi pengembangan pasar dan solusi,Chief Marketing Officer (CMO) Shelter Indonesia Nino Mayvi menegaskan bahwa kebutuhan klien terus berkembang.