Tutup
Regulasi

Prediksi Harga Emas dan Perak Pekan Depan: Berpotensi Menguat Terbatas

93
×

Prediksi Harga Emas dan Perak Pekan Depan: Berpotensi Menguat Terbatas

Sebarkan artikel ini

JAKARTA – Harga emas dan perak mencatatkan penguatan sepanjang pekan lalu di tengah ketidakpastian geopolitik global yang masih membayangi pasar. Meski demikian, kenaikan harga tersebut dinilai belum merepresentasikan perubahan tren pasar yang signifikan.

Berdasarkan data Trading Economics pada perdagangan Jumat (17/4/2026), harga emas di pasar spot ditutup di level US$ 4.833 per ons troi atau naik 1,72% dibandingkan pekan sebelumnya. Sementara itu, perak menunjukkan kinerja lebih impresif dengan lonjakan mingguan sebesar 6,71% ke level US$ 80,75 per ons troi.

Chief Analyst Doo Financial Futures, Lukman Leong, menilai kenaikan harga logam mulia saat ini masih cenderung terbatas. Menurutnya, ketegangan geopolitik yang belum mereda menjadi faktor penentu utama pergerakan harga.

Di sisi lain, pelemahan dolar Amerika Serikat (AS) memberikan sentimen positif bagi emas dan perak. Pelemahan dolar ini mencerminkan adanya optimisme investor terkait kemungkinan tercapainya perdamaian konflik global lebih cepat dari proyeksi awal.

Lukman menjelaskan bahwa emas dan perak tetap menjadi instrumen investasi yang menarik, meski memiliki karakteristik berbeda. Emas lebih dominan berfungsi sebagai aset pelindung nilai (*safe haven*), sedangkan perak cenderung lebih spekulatif karena turut dipengaruhi oleh permintaan sektor industri, khususnya energi terbarukan.

Selain itu, tren kenaikan emas juga didorong oleh tingginya permintaan dari bank sentral serta langkah investor global yang mulai mendiversifikasi aset untuk mengurangi ketergantungan pada mata uang fiat, terutama dolar AS.

Terkait strategi investasi, investor disarankan membagi alokasi berdasarkan horizon waktu. Untuk jangka pendek dan menengah, investor bisa memanfaatkan momentum koreksi harga untuk melakukan pembelian. Sementara untuk jangka panjang, metode *dollar cost averaging* dinilai lebih efektif, terlepas dari kondisi harga yang sedang fluktuatif.

Proyeksi ke depan, Lukman memperkirakan harga emas pada kuartal II-2026 akan bergerak di rentang US$ 4.500 hingga US$ 5.000 per ons troi, dan perak di kisaran US$ 80 hingga US$ 100 per ons troi.

Namun, apabila terjadi deeskalasi konflik, harga emas berpotensi melambung ke kisaran US$ 5.100 hingga US$ 5.500 per ons troi, sementara perak bisa menyentuh level US$ 100 hingga US$ 120 per ons troi.

Hingga akhir tahun 2026, harga emas diproyeksikan mampu mencapai target di kisaran US$ 6.000 hingga US$ 6.200 per ons troi. Adapun perak diprediksi memiliki potensi penguatan lebih lanjut ke rentang US$ 140 hingga US$ 160 per ons troi.

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Penghimpunan dana di pasar modal masih semarak, terutama aksi penambahan modal dengan skema memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) alias rights issue. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) per 17 April 2026, terdapat tiga perusahaan tercatat yang telah menerbitkan rights issue dengan total nilai Rp 3,75 triliun. Beberapa emiten baru mengantongi persetujuan dari Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) untuk…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Kinerja reksadana campuran berbalik arah pada Maret 2026, dari semula mencatatkan imbal hasil positif menjadi tertekan. Berdasarkan data Infovesta, imbal hasil reksadana campuran pada Maret 2026 tercatat turun 5,62% secara bulanan. Padahal pada Februari 2026, kinerjanya masih tumbuh 1,44%. Senior Vice President, Head of Retail, Product Research & Distribution Henan Putihrai Asset Management (HPAM), Reza Fahmi Riawan,…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com – JAKARTA. PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA) bakal membagikan dividen tunai tahun buku 2025 senilai total Rp 4,07 triliun kepada para pemegang saham. Keputusan tersebut merujuk hasil Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Perseroan yang digelar pada Jumat (17/4/2026) lalu. Dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia, dikutip Minggu (19/4/2026), manajemen CIMB Niaga menyebut nilai dividen yang dibagikan maksimal setara 60%…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerikat Serikat (AS) melemah pada Jumat (17/4/2026). Mengutip Bloomberg, rupiah melemah 0,29% secara harian ke Rp 17.189 per dolar AS. Berdasarkan Jisdor Bank Indonesia (BI), rupiah melemah 0,27% secara harian ke Rp 17.189 per dolar AS. Chief Analyst Doo Financial Futures, Lukman Leong mengatakan, rupiah kembali melemah cukup besar dan mencatatkan rekor paling lemah sepanjang sejarah….

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan berpeluang melanjutkan penguatan terbatas pada perdagangan Senin (20/4/2026), di tengah sentimen global yang masih dibayangi ketegangan geopolitik. Pada penutupan perdagangan Jumat (17/4/2026), IHSG ditutup menguat 0,17% ke level 7.634,00. Penguatan ini ditopang oleh antisipasi aksi korporasi emiten serta koreksi harga minyak mentah. Head of Retail Research MNC Sekuritas…