Tutup
Regulasi

Anak Usaha Barito Renewables Raih Penghargaan PROPER Emas dari KLHK

81
×

Anak Usaha Barito Renewables Raih Penghargaan PROPER Emas dari KLHK

Sebarkan artikel ini

JAKARTA – PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) melalui anak usahanya, Star Energy Geothermal, sukses meraih predikat PROPER Emas dari Kementerian Lingkungan Hidup (KLH). Penghargaan tertinggi ini diberikan atas komitmen perusahaan dalam mengelola lingkungan hidup yang melampaui standar kepatuhan serta kontribusi berkelanjutan terhadap kesejahteraan sosial.

Presiden Direktur Barito Renewables Energy sekaligus Grup CEO Star Energy Geothermal, Hendra Soetjipto Tan, menyatakan bahwa apresiasi ini menjadi bukti nyata keseriusan perusahaan dalam menjalankan operasional bisnis yang ramah lingkungan.

“Kami berkomitmen untuk terus berinovasi guna menciptakan operasional yang lebih efisien serta memberikan dampak positif yang signifikan bagi masyarakat,” ujar Hendra melalui keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia, Senin (20/4/2026).

Pencapaian PROPER Emas diraih oleh Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Wayang Windu yang berlokasi di Pangalengan, Kabupaten Bandung. Keberhasilan ini tidak lepas dari sejumlah inovasi strategis yang dijalankan.

Di sektor efisiensi energi, program WW Retro berhasil menghemat energi dalam proses *cooling tower* sebesar 31.622,4 GJ. Selain itu, perusahaan juga sukses menekan emisi Gas Rumah Kaca hingga 1.756.687 ton CO2 per tahun melalui program pendinginan cerdas (PACE WW).

Tak hanya itu, Star Energy Geothermal juga menerapkan program ASIS TURBO untuk mereduksi limbah oli bekas pada operasional turbin. Langkah ini terbukti efektif dalam pengelolaan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) secara berkelanjutan.

Selain predikat Emas, dua aset panas bumi lainnya, yakni PLTP Salak di Sukabumi dan PLTP Darajat di Garut, berhasil meraih PROPER Hijau. Prestasi ini menegaskan posisi BREN sebagai salah satu grup perusahaan dengan portofolio panas bumi terbesar di Indonesia.

Saat ini, ketiga aset panas bumi tersebut memiliki total kapasitas terpasang mencapai 926 megawatt (MW). Perusahaan menargetkan ekspansi lebih lanjut, dengan proyeksi operasional kapasitas panas bumi mencapai 1 gigawatt (GW) dan tenaga bayu sebesar 79 MW pada akhir 2026 mendatang.

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Sejumlah tantangan masih menyelimuti kinerja emiten konstruksi di tahun 2026, baik itu emiten BUMN karya maupun swasta. Pada tahun 2025, kinerja emiten konstruksi swasta tampak lebih unggul dibandingkan BUMN karya. Tengok saja, PT Total Bangun Persada Tbk (TOTL) membukukan pendapatan Rp 3,90 triliun, naik 26,35% dibandingkan Rp 3,08 triliun pada tahun sebelumnya. Lonjakan pendapatan tersebut turut mendongkrak laba bersih…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat signifikan ke level 7.634 pada pekan lalu, naik 2,35%. Meski demikian, aliran dana asing masih mencatatkan aksi jual bersih SumbarSumbarbisnis.com sell sebesar Rp 2,4 triliun yang didominasi sektor perbankan. Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas (IPOT) Imam Gunadi mengatakan, pergerakan pasar masih sangat dipengaruhi oleh dinamika global, terutama ketegangan geopolitik di Timur Tengah….

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Menjelang Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI), arah suku bunga acuan yang diperkirakan tetap stabil dinilai menjadi sentimen positif bagi sektor perbankan. Kondisi ini membuka ruang bagi perbaikan transmisi kebijakan moneter sekaligus meredakan tekanan margin bunga, yang berpotensi mendorong pemulihan kinerja saham bank. Pengamat pasar modal sekaligus Founder Republik Investor, Hendra Wardana, mengatakan…