Tutup
EnergiInvestasiPerbankanTeknologi

Danantara Gandeng Kampus Percepat Instalasi PLTS 17 GW

44
×

Danantara Gandeng Kampus Percepat Instalasi PLTS 17 GW

Sebarkan artikel ini
kejar-17-gw-di-2026,-danantara-gandeng-kampus-garap-proyek-plts-100-gw
Kejar 17 GW di 2026, Danantara Gandeng Kampus Garap Proyek PLTS 100 GW

jakarta – Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto menyebut Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara Indonesia menggandeng perguruan tinggi untuk mempercepat proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 100 gigawatt (GW). Kolaborasi itu ditargetkan mampu mendorong realisasi instalasi PLTS hingga 17 GW pada tahun ini.

“Dari hasil rapat yang sudah dilakukan antara Danantara, PLN dan juga para ahli-ahli di kementerian dan beberapa perguruan tinggi, ditargetkan tahun ini 10 giga yang diesel itu bisa dikurangi, kemudian yang lainnya juga akan ditambah kira-kira sampai 7 giga,” ujar Brian di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Selasa (21/4).

Ia menjelaskan, pelibatan perguruan tinggi dilakukan untuk memperkuat kajian teknis sekaligus mempercepat implementasi proyek, terutama dalam upaya transisi dari pembangkit berbasis diesel ke energi terbarukan.

“Jadi untuk saat ini dari perhitungannya bersama-sama Kementerian ESDM,PLN,Danantara,dan juga beberapa ahli perguruan tinggi itu kira-kira 17 giga bisa dilakukan instalasi PLTS,” tuturnya.

Brian mengatakan program ini merupakan bagian dari arahan Presiden Prabowo Subianto yang meminta percepatan pengembangan energi baru terbarukan, terutama PLTS. Fokus awal diarahkan pada pengurangan pembangkit diesel yang dinilai lebih mahal dan tidak ramah lingkungan.

Dalam pelaksanaannya, PT PLN (Persero) akan bertanggung jawab sebagai implementator proyek, termasuk dalam penentuan lokasi pembangunan PLTS di berbagai wilayah.

“Lokasinya nanti, semuanya dari PLN ya sebagai implementator program tersebut,” ujarnya.

Sebelumnya, pemerintah menargetkan pembangunan PLTS hingga 100 GW sebagai bagian dari strategi mencapai kemandirian energi nasional.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bahlil Lahadalia menyatakan proyek ini akan dijalankan dengan skema kolaborasi bersama swasta dan investor tanpa bergantung penuh pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Dalam skema tersebut, pendanaan akan mengandalkan kerja sama dengan investor, termasuk dari luar negeri, dengan skema pembiayaan yang lebih ringan seperti bunga rendah dan tenor panjang.

Program PLTS ini juga menjadi bagian dari upaya pemerintah mempercepat transisi menuju energi bersih sekaligus menjawab kebutuhan energi yang terus meningkat di dalam negeri.