Tutup
NewsPeristiwa

Dony Oskaria Apresiasi Ekonomi Sumbar Pulih Kuat

93
×

Dony Oskaria Apresiasi Ekonomi Sumbar Pulih Kuat

Sebarkan artikel ini

Capaian ini menjadi sorotan karena sebelumnya ia justru dikenal vokal mengkritik lambatnya kinerja ekonomi daerah asalnya.

dony-oskaria:-arah-baru-bumn-andalkan-dividen,-bukan-jual-aset-negara
Dony Oskaria: Arah Baru BUMN Andalkan Dividen, Bukan Jual Aset Negara

Jakarta – Dony Oskaria menilai ekonomi Sumatera Barat mulai menunjukkan arah pemulihan setelah BPS mencatat pertumbuhan provinsi itu mencapai 5,02 persen pada triwulan I 2026.

Capaian ini menjadi sorotan karena sebelumnya ia justru dikenal vokal mengkritik lambatnya kinerja ekonomi daerah asalnya.

Dony mengatakan kritik yang selama ini ia lontarkan bukan untuk menjatuhkan, melainkan bentuk kepedulian terhadap Sumbar.

Kini, ia menyebut data terbaru memberi alasan untuk lebih optimistis.

“Saya kritik keras selama ini karena saya sayang provinsi kampung halaman. Alhamdulillah, berdasarkan rilis BPS, angka pertumbuhan ekonomi Sumbar naik. Saya memuji dan berharap tren ini setiap bulan terus naik,” ujarnya di Jakarta, Kamis (7/5/2026).

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Gubernur Mahyeldi dan Wakil Gubernur Vasko Ruseimy yang dinilainya ikut mendorong perbaikan di lapangan. Menurut dia,pertumbuhan Sumbar harus dijaga agar tidak berhenti pada momentum sesaat.

Dony berharap laju ekonomi daerah itu bisa terus menanjak, bahkan melampaui pertumbuhan nasional.

Ia menegaskan, target tersebut hanya mungkin tercapai jika seluruh pemimpin daerah bekerja lebih keras dan hasilnya benar-benar dirasakan masyarakat.

BPS melaporkan,ekonomi Sumbar tumbuh 5,02 persen secara tahunan atau year-on-year pada triwulan I 2026.

Pertumbuhan itu ditopang rehabilitasi infrastruktur pascabencana, tingginya konsumsi rumah tangga, serta sumbangan sejumlah komoditas unggulan seperti crude palm oil atau CPO dan gambir.

Kinerja tersebut berbalik dari situasi pada 2025, saat pertumbuhan ekonomi Sumbar sempat menjadi yang terendah di Sumatera, di kisaran 3,94 persen.

Kondisi itu kala itu memicu kekhawatiran luas dan melahirkan gerakan “Sumbar Bangkit” untuk menghidupkan kembali UMKM dan sektor pariwisata.

Perbaikan mulai terasa pada akhir 2025. Kontribusi Produk Domestik regional Bruto daerah tercatat mencapai 6,83 persen, menandakan adanya pemulihan yang lebih stabil.

Di sisi ketenagakerjaan,data Agustus 2024 menunjukkan Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja Sumbar berada di angka 70,28 persen,sementara Tingkat Pengangguran Terbuka turun menjadi 5,75 persen.

Pemerintah daerah kini menaruh harapan pada kelanjutan pembangunan infrastruktur,termasuk proyek Jalan Tol Trans-Sumatera Padang-Sicincin,untuk mempercepat gerak ekonomi sumbar.