Tutup
NewsTeknologi

UNP Kembangkan Bulu Mata Ramah Lingkungan dari Pisang

91
×

UNP Kembangkan Bulu Mata Ramah Lingkungan dari Pisang

Sebarkan artikel ini
dosen-tata-rias-unp-ciptakan-bulu-mata-palsu-dari-pelepah-pisang
Dosen Tata Rias UNP Ciptakan Bulu Mata Palsu dari Pelepah Pisang

Padang – Universitas Negeri Padang (UNP) melahirkan terobosan baru di bidang kecantikan melalui bulu mata palsu berbahan serat pelepah batang pisang kepok. Karya Dr. Vivi Efrianova, S.ST., M.Pd.T. ini hadir sebagai upaya menghadirkan produk yang tidak hanya menarik secara estetika, tetapi juga lebih ramah lingkungan dan sesuai kebutuhan konsumen Muslim.

vivi, dosen Departemen Tata Rias dan Kecantikan Fakultas Pariwisata dan Perhotelan UNP, melihat peluang besar dari limbah organik yang selama ini belum dimaksimalkan. Ia memilih pelepah pisang kepok karena seratnya dinilai menyerupai karakter bulu mata manusia, mulai dari tekstur hingga kilau alaminya.

“Produk bulu mata palsu yang terbuat dari serat pelepah batang pisang kepok dapat memberikan kontribusi yang signifikan pada keberlanjutan dan ramah lingkungan,” kata Vivi.

Berbeda dari produk sintetis yang umum beredar,bulu mata palsu berbahan alami ini dibuat agar terasa lebih ringan saat dipakai. Pengguna disebut dapat mengenakannya lebih lama tanpa rasa tidak nyaman. Selain itu, bahan yang mudah terurai membuat produk ini dipandang sebagai alternatif yang lebih bertanggung jawab terhadap lingkungan.

Namun, proses pembuatannya tidak sederhana. Serat pelepah pisang harus melalui serangkaian tahapan, mulai dari pemotongan, penyerutan, pencucian, penjemuran, hingga pewarnaan. Setelah itu, serat dirangkai secara manual dengan tingkat ketelitian tinggi agar terbentuk bulu mata palsu yang siap digunakan.

dalam pengembangannya, Vivi juga menghadapi tantangan pada ketersediaan bahan baku berkualitas. Ia kemudian menggandeng petani pisang lokal untuk menjaga pasokan serat sekaligus membuka manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar.

“Salah satu tantangan awal adalah memastikan ketersediaan dan kualitas serat pelepah batang pisang kepok yang memadai. Kami bekerja sama dengan petani lokal untuk mendapatkan bahan terbaik,” ujarnya.

Inovasi ini juga menyasar kebutuhan pasar produk halal. Dengan bahan alami, bulu mata palsu tersebut dinilai lebih aman digunakan dan memberi ketenangan bagi konsumen yang memperhatikan aspek kehalalan dalam aktivitas sehari-hari maupun ibadah.

Saat ini, produk masih menjalani pengujian untuk memastikan kualitas dan keamanannya sebelum dipasarkan lebih luas. Di saat yang sama, Vivi tengah mengurus hak paten sebagai bentuk perlindungan atas inovasi tersebut. Ia juga menggandeng industri, termasuk PT Nanotech Natura Indonesia, untuk pengembangan lebih lanjut berbasis teknologi nanoteknologi.

Pemanfaatan pelepah pisang kepok ini turut membuka peluang ekonomi baru bagi petani lokal.Limbah pertanian yang sebelumnya kurang bernilai kini memiliki potensi tambah guna,sekaligus mendukung pola produksi yang lebih berkelanjutan.

“Dengan bekerja sama langsung dengan petani lokal, kami tidak hanya mendukung ekonomi masyarakat tetapi juga mendorong pemanfaatan sumber daya yang berkelanjutan,” tutur Vivi.Ke depan, inovasi ini diharapkan dapat menjadi pilihan baru dalam industri kecantikan yang aman, nyaman, dan ramah lingkungan, sekaligus mendorong lahirnya lebih banyak produk berbasis bahan alami di Indonesia.