Tutup
BisnisInvestasiNews

Danantara Buka Pembahasan Akuisisi Saham WBN

88
×

Danantara Buka Pembahasan Akuisisi Saham WBN

Sebarkan artikel ini
isu-danantara-caplok-saham-eramet-di-weda-bay-nickel,-rosan-bilang-begini
Isu Danantara Caplok Saham Eramet di Weda Bay Nickel, Rosan Bilang Begini

Jakarta – Danantara Indonesia masih membuka peluang untuk ikut masuk sebagai pemegang saham di PT Weda Bay Nickel (WBN), Maluku Utara, termasuk bila skema itu berkaitan dengan kepemilikan Eramet asal Prancis. Badan investasi pelat merah itu menegaskan setiap peluang investasi strategis di Indonesia tetap terbuka untuk dibahas.

CEO Danantara Indonesia Rosan Roeslani mengatakan posisi Danantara sejak awal memang dimaksudkan sebagai mitra lokal yang kuat dalam setiap kerja sama besar di dalam negeri. “Kita pada dasarnya terbuka untuk diskusi dan pembicaraan mengenai investasi yang ada di Indonesia. Danantara ini juga bisa menjadi strong local partner,” ujarnya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Rabu, 13 Mei 2026.

Namun, Rosan menekankan pembahasan tersebut belum mengarah pada keputusan akhir. Ia menyebut komunikasi dengan Eramet masih berlangsung di tahap awal dan belum ada kepastian soal bentuk kerja sama, termasuk kemungkinan akuisisi saham di WBN.

“Kita terbuka kok. Kita diskusi juga dengan Eramet,” kata Rosan.

Sebelumnya, pada 2025, CEO Eramet Indonesia Jerome Baudelet menyampaikan bahwa pembicaraan mengenai kerja sama investasi strategis di sektor nikel sudah berjalan intensif bersama Danantara dan Indonesia Investment Authority (INA). Ketiga pihak saat itu mengkaji pembentukan platform investasi yang menyasar rantai nilai nikel dari hulu hingga hilir.

Chief Investment Officer Danantara Pandu Sjahrir kemudian menjelaskan arah kerja sama tersebut difokuskan untuk membangun ekosistem bahan baku baterai kendaraan listrik yang berkelanjutan di Indonesia. dalam skema itu, Danantara dan INA disiapkan untuk menopang pembiayaan jangka panjang, sedangkan Eramet membawa pengalaman teknis serta rekam jejak dalam mengelola proyek tambang besar dengan standar keberlanjutan internasional.