Pasaman – Bupati Pasaman welly Suhery turun langsung meninjau sejumlah lokasi terdampak banjir bandang di Kecamatan Simpang Alahan Mati dan sekitarnya, Rabu (15/4/2026).Kunjungan bersama Wakil Bupati Parulian dan jajaran terkait itu difokuskan untuk mempercepat penanganan darurat serta menjaga layanan publik tetap berjalan.
Salah satu titik yang didatangi adalah Puskesmas Simpati yang sempat terendam banjir. Bangunan fasilitas kesehatan itu dipenuhi lumpur dan kini membutuhkan pembersihan menyeluruh agar pelayanan kepada masyarakat bisa segera pulih.
Di lokasi, Welly meminta Dinas Kesehatan bergerak cepat dengan dukungan armada pemadam kebakaran. Ia menegaskan layanan kesehatan harus tetap tersedia di tengah kondisi bencana.
“Pelayanan kesehatan tidak boleh berhenti. Saya minta pembersihan puskesmas ini diselesaikan secepatnya,” ujar Welly.
Peninjauan berlanjut ke Kantor Wali Nagari Alahan Mati Hilia yang juga terdampak banjir. Sejumlah perangkat elektronik di kantor tersebut dilaporkan rusak setelah sempat terendam air,sehingga pembersihan menjadi langkah mendesak agar aktivitas pemerintahan kembali normal.
Dari sana, rombongan menuju Jorong Parik Gadang, Nagari Koto Kaciak Barat, Kecamatan Bonjol. Ruas jalan di kawasan itu putus diterjang banjir, membuat sekitar 100 kepala keluarga terisolasi dan kesulitan beraktivitas.
Menanggapi kondisi tersebut, bupati memerintahkan Kepala Dinas PUPR Khoirudin segera membangun jalan darurat. Ia menekankan akses warga harus dibuka kembali secepat mungkin agar mobilitas dan distribusi bantuan tidak terhambat.
Welly juga meminta BPBD Pasaman menuntaskan pendataan seluruh fasilitas yang terdampak banjir. Pendataan yang cepat disebut penting agar penanganan bisa dilakukan lebih terarah. Di saat yang sama, pencarian terhadap satu korban yang masih hilang diminta tetap dilanjutkan sesuai prosedur.
Banjir bandang sebelumnya menerjang sejumlah wilayah di Pasaman setelah hujan deras mengguyur pada Selasa (14/4/2026). Bencana itu merusak infrastruktur, menimbun lahan pertanian dengan lumpur, dan menimbulkan korban jiwa.Hingga kini, tim di lapangan masih melakukan evakuasi, pencarian korban, dan pendataan kerugian.







