Tutup
NewsPendidikan

Mahasiswa KKN Unand Susun Program di Sundata Utara

91
×

Mahasiswa KKN Unand Susun Program di Sundata Utara

Sebarkan artikel ini
mahasiswa-kkn-unand-awali-pengabdian-di-nagari-sundata-utara
Mahasiswa KKN Unand Awali Pengabdian di Nagari Sundata Utara

Pasaman – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Andalas periode pertama 2026 resmi memulai rangkaian kerja di Nagari Sundata Utara, Kecamatan Lubuksikaping, dengan membuka koordinasi lintas sektor pada Senin (5/1/2026). Langkah awal ini menjadi pijakan untuk menyelaraskan programme lapangan agar benar-benar menyasar kebutuhan warga di bidang pendidikan, kesehatan, dan pertanian.

Wali Nagari Sundata Utara, Nofriyan, meminta seluruh unsur nagari memberi dukungan penuh terhadap keberadaan mahasiswa KKN. Ia menekankan pentingnya keterlibatan sekolah, puskesmas, hingga perwakilan dinas pertanian dalam memfasilitasi kebutuhan mahasiswa selama menjalankan program.

“Kehadiran mahasiswa KKN harus dipandang sebagai energi tambahan untuk mengakselerasi program kerja nagari yang sedang berjalan,” kata Nofriyan.

Ia menilai kolaborasi yang solid akan membuat agenda mahasiswa berjalan lebih efektif. Karena itu, ia juga menegaskan perlunya kesiapan sarana dan prasarana pendukung agar seluruh kegiatan bisa terlaksana tanpa hambatan.

Dari pihak mahasiswa, Ketua Kelompok KKN Nagari Sundata Utara, Deza Putra Adelyen, mengatakan program yang disusun berangkat dari pemetaan persoalan di nagari. Fokus kerja diarahkan pada sekolah dasar, layanan kesehatan masyarakat, dan penguatan sektor pertanian.

Di bidang pendidikan, mahasiswa akan menyasar SDN 27 Salibawan dan SDN 01 Salibawan. Di SDN 27 Salibawan, program yang disiapkan antara lain Sigiber atau Sikat Gigi Bersama serta edukasi kreativitas berbasis lingkungan melalui teknik eco print.

Sementara di SDN 01 Salibawan, mahasiswa merancang sosialisasi jajanan sehat dan higienis, eksperimen sains roket air, serta penguatan Unit Kesehatan Sekolah atau UKS. Deza menilai intervensi di tingkat sekolah dasar penting untuk menanamkan kebiasaan hidup bersih sekaligus mengasah kemampuan berpikir anak sejak dini.“Kami melihat pendidikan dasar sebagai investasi jangka panjang untuk membentuk nalar kritis dan kesadaran hidup bersih sejak awal,” ujar Deza.

Selain program di sekolah, mahasiswa juga menyiapkan sosialisasi KKPS yang mencakup kepemimpinan, kewarganegaraan, dan kemampuan berbicara di depan umum. Kegiatan ini dirancang untuk memperkuat modal sosial generasi muda di nagari.

Pada sektor kesehatan, mahasiswa akan berkoordinasi dengan Puskesmas, terutama dalam upaya pencegahan stunting. Mereka juga akan melakukan pemeriksaan perkembangan kognitif anak melalui kuesioner pra skrining perkembangan di posyandu nagari.

program tersebut disusun untuk mendukung penurunan angka tengkes lewat pendekatan langsung kepada ibu hamil dan balita. Dengan pola itu,mahasiswa diharapkan ikut memperluas jangkauan edukasi kesehatan di tengah masyarakat.Di bidang pertanian,mahasiswa akan bekerja sama dengan Dinas Pertanian dan kelompok tani setempat. Sejumlah program unggulan disiapkan, termasuk Kompak atau Kompos Mandiri serta penyuluhan pengendalian hama dan penyakit tanaman kakao guna membantu produktivitas petani.

Penguatan data nagari juga masuk dalam agenda kerja melalui penyusunan peta berbasis geospasial. Langkah ini disiapkan untuk mendukung mitigasi bencana sekaligus memetakan karakteristik hidrologi wilayah.

Rangkaian kunjungan pengenalan itu ditutup dengan komitmen menjaga komunikasi yang terbuka antara mahasiswa dan seluruh pemangku kepentingan. Deza berharap kolaborasi ini tidak berhenti sebagai kegiatan akademik semata, tetapi berkembang menjadi gerakan nyata yang memberi solusi bagi persoalan sosial dan ekonomi di Nagari Sundata Utara.