News

Fadly Amran Bagikan Strategi Mitigasi Bencana di Kongres Global

58
×

Fadly Amran Bagikan Strategi Mitigasi Bencana di Kongres Global

Sebarkan artikel ini
wako-fadly-amran-jadi-keynote-speaker-global-sustainable-development-congress-2026
Wako Fadly Amran jadi Keynote Speaker Global Sustainable Development Congress 2026

Tangerang – Wali Kota Padang, Fadly Amran, membagikan strategi mitigasi bencana daerahnya dalam ajang Global Sustainable Development Congress (GSDC) 2026 di ICE BSD, Tangerang, Rabu (24/6/2026).

Fadly menjadi satu-satunya kepala daerah yang diundang sebagai pembicara utama dalam forum internasional tersebut.

Di hadapan Benjamin Horton, Dekan City University of Hong Kong yang bertindak sebagai moderator, ia menjabarkan langkah konkret pemerintah dalam menghadapi ancaman hidrometeorologi.

Pemerintah Kota Padang mengalokasikan anggaran sebesar Rp371,85 miliar sebagai bentuk komitmen nyata dalam menjaga keselamatan masyarakat.

Kepala daerah tersebut menegaskan bahwa keberhasilan penanganan bencana sangat bergantung pada kolaborasi erat antara TNI-Polri, pihak swasta, dan Kelompok Siaga Bencana (KSB).

Ia pun menekankan pentingnya pelibatan kalangan akademisi agar setiap kebijakan yang lahir berbasis pada data ilmiah yang akurat.

Mengingat wilayah Padang yang berada di kawasan Ring of Fire dengan topografi perbukitan dan pesisir, risiko gempa, tsunami, hingga cuaca ekstrem menjadi tantangan konstan.

Pemerintah kota pun menerapkan empat fase penanganan sistematis, mulai dari tahap tanggap darurat, rehabilitasi, rekonstruksi, hingga penguatan kesiapsiagaan berkelanjutan.

Dalam kesempatan yang sama, peneliti dari City University of Hong Kong, Jung Eun Chu, menyoroti fenomena Siklon Tropis Senyar yang melanda Padang dan Asia Tenggara sebagai anomali cuaca yang tidak wajar.

Saat ini, para ilmuwan tengah melakukan penelitian mendalam untuk membedah karakteristik anomali cuaca tersebut.

Akademisi lainnya dari institusi serupa, Peipei Chen, menambahkan bahwa manajemen data yang komprehensif menjadi kunci utama efektivitas penanggulangan bencana.

Ia menilai pemanfaatan tren data sebelum bencana terjadi sangat krusial guna memastikan respons pemerintah daerah berjalan cepat dan tepat sasaran.