Jakarta – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memproyeksikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan mengalami penguatan signifikan pada pekan depan. Kondisi fundamental ekonomi nasional yang dinilai masih kokoh menjadi dasar optimisme tersebut.
Purbaya meminta para pelaku pasar tidak perlu cemas dengan dinamika fluktuasi yang terjadi saat ini. Menurutnya, setelah sempat tertahan di level 5.900, indeks memiliki potensi besar untuk melesat.
“Saya pikir sih, kalau lihat dari teknikalnya, minggu depan sudah lari kencang,” ujar Purbaya saat ditemui di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat.
Ia menekankan bahwa pemulihan IHSG hanya menunggu waktu karena didukung oleh performa fundamental perusahaan serta stabilitas ekonomi makro. Jika profitabilitas perusahaan meningkat, maka harga saham secara logis akan ikut terdongkrak.
Purbaya menambahkan, jika terdapat perusahaan yang mencatatkan keuntungan namun harga sahamnya justru merosot, kondisi tersebut menjadi peluang menarik bagi investor. Saham yang berada di posisi undervalued atau murah ini layak untuk dikoleksi.
“Jadi harusnya sih enggak mungkin kalau perusahaannya untung, sahamnya jatuh. Berarti, undervalued, beli saja pasti untungnya,” tegasnya.
Sementara itu, tanda-tanda kebangkitan pasar modal sudah terlihat pada perdagangan Jumat sore. IHSG ditutup menguat 67,11 poin atau 1,10 persen ke level 6.162,05, didorong oleh rebound pada sektor energi dan barang baku.
Indeks LQ45 juga mencatatkan hasil positif dengan kenaikan 4,04 poin atau 0,66 persen ke posisi 620,44. Sebelumnya, pasar sempat tertekan ke level 5.966,86 sebelum akhirnya mayoritas sektor berhasil mencatatkan kenaikan hingga penutupan perdagangan.







