Tutup
BisnisInvestasiNews

Integrasi QRIS dan JPQOR Pacu Investasi serta Perdagangan Indonesia-Jepang

124
×

Integrasi QRIS dan JPQOR Pacu Investasi serta Perdagangan Indonesia-Jepang

Sebarkan artikel ini
bi-pede-integrasi-qris-jpqor-dongkrak-transaksi-perdagangan-ri-jepang
BI Pede Integrasi QRIS-JPQOR Dongkrak Transaksi Perdagangan RI-Jepang

Jakarta – Hubungan ekonomi Indonesia dan Jepang semakin erat seiring dengan kebijakan integrasi sistem pembayaran QRIS dan JPQOR sejak 17 Agustus 2025. Bank Indonesia memproyeksikan langkah tersebut bakal memacu volume transaksi perdagangan kedua negara yang tahun lalu menembus angka JP¥224 triliun.

Deputi Gubernur Bank Indonesia, Filianingsih Hendarta, mengatakan bahwa integrasi QR antarnegara ini memberikan kemudahan bagi transaksi langsung di tingkat merchant. Selain itu, penggunaan Local Currency Transaction (LCT) dinilai menjadi solusi efektif untuk meminimalisasi risiko volatilitas nilai tukar sekaligus menekan biaya operasional bisnis.

Senada dengan hal tersebut, Wakil Kepala Perwakilan KBRI Tokyo, Maria Renata Hutagalung, mengungkapkan bahwa pertumbuhan sistem LCT sangat signifikan. Saat ini, Jepang telah menjadi mitra LCT terbesar kedua bagi Indonesia.

Di sisi lain, Executive Vice President JETRO, Kenichi Hirano, menegaskan posisi Indonesia sebagai mitra strategis yang vital di kawasan Asia Tenggara. Ia optimistis aliran modal dari Jepang akan terus meningkat berkat kematangan regulasi dan potensi pasar domestik yang konsisten.

Optimisme ini terpancar dalam ajang Indonesia-Japan Investment Forum (IJIF) 2026 yang berhasil mengamankan komitmen investasi nyata. Sejumlah perusahaan besar asal Jepang bahkan telah menyerahkan Letter of Intent (LoI) sebagai bukti keseriusan mereka menanamkan modal di Indonesia.

Salah satunya adalah Pongamia Co., Ltd yang berkomitmen menggarap sektor energi terbarukan. Mereka berencana mengembangkan perkebunan tanaman Pongamia sebagai bahan baku biodiesel dan bioavtur demi mendukung transisi energi hijau di Tanah Air.

Selain itu, Onoda Inc. membidik sektor manufaktur melalui rencana perakitan peralatan gas meter berteknologi ultrasonik. Investasi ini ditargetkan untuk menunjang percepatan program pemerintah dalam memperluas jangkauan jaringan gas rumah tangga nasional.