Tutup
News

Pertamina Membangun Kemandirian Desa Keliki Melalui Pemanfaatan Energi Bersih

66
×

Pertamina Membangun Kemandirian Desa Keliki Melalui Pemanfaatan Energi Bersih

Sebarkan artikel ini
desa-energi-berdikari-keliki,-wujudkan-ketahanan-pangan-berbasis-energi-bersih
Desa Energi Berdikari Keliki, Wujudkan Ketahanan Pangan Berbasis Energi Bersih

Gianyar – PT Pertamina (Persero) terus memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat melalui program Desa Energi Berdikari (DEB). Salah satu implementasi yang berhasil diwujudkan berada di Desa Keliki, Kecamatan Tegalallang, Kabupaten Gianyar, Bali.

Program ini mengoptimalkan pemanfaatan Energi Baru Terbarukan (EBT) guna menjawab kebutuhan riil masyarakat pedesaan. Di Desa Keliki, Pertamina menghadirkan solusi energi bersih untuk mendukung operasional pengelolaan sampah serta menjaga ketahanan pangan melalui sektor pertanian ramah lingkungan.

Jajaran Dewan Komisaris Pertamina meninjau langsung operasional DEB Keliki pada Kamis (28/5/2026). Dalam kunjungan tersebut, mereka mendengar langsung testimoni warga terkait dampak nyata yang dirasakan dari intervensi teknologi energi bersih itu.

Ketua BUMDES Yowana Bakti Keliki, I Wayan Sumada, menyatakan bahwa fasilitas Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPS3R) menjadi komponen krusial bagi desa. “Di Desa Keliki setidaknya menghasilkan sekitar 7 ton sampah per hari, kehadiran TPS3R sangat membantu masyarakat untuk mengelola sampah,” ujarnya.

Guna menunjang operasional pengolahan sampah, Pertamina menyokong Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 10,5 kWp. Instalasi ini mampu memproduksi 14.256 kWh per tahun, yang berkontribusi pada penghematan biaya listrik desa hingga Rp21 juta per tahun sekaligus menekan emisi gas rumah kaca sebesar 13,7 ton CO2eq setiap tahunnya.

Sumada menambahkan, program pendampingan Pertamina juga sukses mengedukasi warga dalam memilah sampah rumah tangga. “Saat ini kesadaran masyarakat untuk memilah sampah sudah sangat tinggi berkat kerja sama kami dengan Pertamina,” jelasnya.

Selain pengolahan sampah, upaya optimalisasi energi juga menyasar sektor pertanian melalui pemasangan PLTS berkapasitas 17,5 kWp untuk sistem pengairan sawah. Energi tersebut digunakan untuk menggerakkan pompa air tanah yang mengairi lahan pertanian di tujuh Subak, yakni Tain Kambing, Sebali, Uma Desa Keliki, Jungut, Umelikode, Bangkiangsidem, dan Lauh Batu.

Sistem PLTS irigasi ini menghasilkan energi sebesar 84.000 kWh per tahun dengan penghematan biaya listrik mencapai Rp35 juta per tahun. Di sisi lain, sistem ini juga turut menekan emisi gas rumah kaca hingga 23,1 ton CO2eq setiap tahunnya.