JAKARTA – Kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI Rate) ke level 5,25% diprediksi memengaruhi preferensi investor yang kini cenderung melirik instrumen investasi dengan profil risiko rendah, seperti produk perbankan. Kendati demikian, platform urun dana atau *securities crowdfunding* PT Dana Aguna Nusantara (Danamart) tetap optimistis minat investor terhadap pendanaan sektor riil tidak akan surut.
Head of Marketing Communication Danamart, Cindera Hegawan, menyatakan bahwa instrumen urun dana memiliki daya tarik unik karena memberikan akses langsung ke proyek sektor riil dengan imbal hasil yang lebih kompetitif dibandingkan produk perbankan konvensional.
“Hingga saat ini, proyek-proyek urun dana masih memiliki daya tarik tersendiri bagi investor yang mencari diversifikasi investasi di sektor riil,” ujarnya.
Menurut Cindera, investor di Danamart kini semakin selektif. Mereka tidak hanya melihat tingkat keuntungan, tetapi juga mempertimbangkan kualitas *underlying* proyek, transparansi, struktur pendanaan, serta dampak ekonomi dan sosial dari bisnis yang didanai.
Untuk menjaga kepercayaan investor di tengah kebijakan moneter yang ketat, Danamart memperkuat strategi mitigasi risiko. Langkah yang diambil meliputi kurasi proyek yang lebih selektif, pemantauan berkala, serta peningkatan transparansi pelaporan bagi para investor. Fokus utama perusahaan adalah menghadirkan proyek dengan arus kas (*cash flow*) yang terukur dan struktur pembayaran yang terproteksi.
Terkait imbal hasil, Danamart menyesuaikan besaran keuntungan berdasarkan profil risiko, tenor, dan kemampuan arus kas masing-masing penerbit. Saat ini, imbal hasil yang ditawarkan di platform tersebut masih tergolong kompetitif, yakni berkisar antara 16% hingga 20% per tahun secara *gross*.
Hingga akhir Mei 2026, Danamart mencatatkan total penyaluran dana lebih dari Rp158 miliar. Platform ini kini didukung oleh 11.305 investor terdaftar dengan lebih dari 50 penerbit yang telah bergabung. Sektor *green economy* atau ekonomi hijau tercatat menjadi sektor yang paling dominan dalam menarik pendanaan selama beberapa bulan terakhir.







