Jakarta – Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) resmi memperpanjang durasi perbaikan kabel laut Palapa Ring di segmen Tahuna-Melonguane. Target penyelesaian yang mulanya ditetapkan 2 Juni terpaksa diundur menjadi 6 Juni 2026 akibat kendala teknis di lokasi pengerjaan.
Langkah mitigasi darurat segera diterapkan untuk menjaga stabilitas layanan telekomunikasi di Kabupaten Kepulauan Sangihe dan Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro). BAKTI meningkatkan kapasitas bandwidth hingga 150 Mbps yang disalurkan ke 154 titik layanan.
Penambahan kapasitas ini ditopang oleh jaringan Satelit Republik Indonesia (Satria). Kebijakan ini diambil agar sektor pelayanan publik, pendidikan, kesehatan, hingga ekonomi masyarakat tetap berjalan normal selama fase restorasi.
Direktur Pengendalian Infrastruktur Digital Kemkomdigi, Indra Maulana, menegaskan bahwa keamanan infrastruktur eksisting menjadi fokus utama dalam setiap operasional. Ia menekankan bahwa manuver bawah laut harus dijalankan dengan tingkat presisi tinggi.
“Seluruh manuver operasional serta penggunaan peralatan bawah laut harus dilakukan secara sangat terukur. Kami harus berhati-hati untuk menjaga keamanan serta keandalan infrastruktur telekomunikasi eksisting di sekitar area kerja,” ujar Indra di Jakarta, Selasa (3/6/2026).
Tim teknis di lapangan saat ini dihadapkan pada medan yang cukup menantang. Selain cuaca laut yang dinamis, kondisi kontur dasar laut yang curam dan berbatu, serta lokasi yang berdekatan dengan jalur kabel aktif segmen Ondong Siau-Tahuna menuntut ketelitian ekstra.
Plt. Direktur Infrastruktur BAKTI, Darien Aldiano, menyampaikan permohonan maaf atas penyesuaian jadwal tersebut. Ia menjamin seluruh tim tetap bekerja maksimal dengan memprioritaskan keselamatan kerja untuk mempercepat normalisasi jaringan.
“Walau menghadapi tantangan cuaca dan karakteristik dasar laut yang ekstrem, seluruh tim teknis tetap berupaya maksimal. Pekerjaan terus dilaksanakan dengan mengedepankan aspek keselamatan dan keandalan jaringan agar layanan kembali normal secepatnya,” ungkap Darien.
Pemerintah berkomitmen penuh mengawal proses perbaikan ini hingga tuntas. Langkah tersebut merupakan upaya nyata untuk memastikan akses komunikasi di wilayah perbatasan Indonesia tetap terjaga dan andal.







