PerbankanTransportasi

KAI Services Minta Masyarakat Waspadai Penipuan Lowongan Kerja Palsu

124
×

KAI Services Minta Masyarakat Waspadai Penipuan Lowongan Kerja Palsu

Sebarkan artikel ini
Group of adults walking beside a train at a platform in Bandung, Indonesia, outdoors during the day.
Photo by <a href="https://www.pexels.com/@firman-marek_brew-2148918143?utm_source=instant-images&utm_medium=referral">Firman Marek_Brew</a> on <a href="https://pexels.com">Pexels</a>

Jakarta – KAI Services mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap maraknya informasi lowongan kerja palsu yang mencatut nama perusahaan di media sosial. Saat ini, beredar pengumuman rekrutmen abal-abal untuk berbagai posisi, seperti Prama Prami, staf operasional parkir, hingga petugas kebersihan.

Vice President Corporate Secretary KAI Services, Ixfan Hendri Wintoko, menegaskan bahwa pihaknya tidak sedang membuka proses rekrutmen untuk posisi tersebut. Ia menekankan bahwa seluruh informasi resmi perusahaan hanya dipublikasikan melalui situs karir.reska.id dan akun Instagram resmi @rmu.career.

“Di kedua kanal tersebut akan disampaikan informasi lengkap dan detail mengenai persyaratan dan proses rekrutmen,” ujar Ixfan, Selasa (2/6/2026).

Pihak perusahaan juga memperingatkan masyarakat agar tidak mudah tergiur dengan tawaran yang memungut biaya administrasi atau menjanjikan kelulusan. Ixfan memastikan bahwa KAI Services tidak pernah meminta biaya apapun dalam seluruh tahapan seleksi.

“Kami tidak pernah memungut biaya apapun dalam proses rekrutmen dan dimohon untuk mengabaikan pihak-pihak yang menjanjikan dapat membantu meluluskan peserta rekrutmen,” tegasnya.

Modus penipuan rekrutmen siber atau cyber recruitment fraud belakangan kian marak dengan memanfaatkan tingginya kebutuhan akan lapangan kerja. Para pelaku biasanya memanipulasi korban lewat penyebaran informasi palsu serta menjanjikan kelulusan melalui pihak ketiga yang tidak bertanggung jawab.

KAI Services menjamin bahwa seluruh tahapan seleksi dilakukan secara transparan dan profesional tanpa melibatkan pihak luar. Masyarakat diimbau untuk selalu memverifikasi informasi lowongan kerja melalui kanal resmi agar terhindar dari kerugian akibat penipuan.