EkonomiNews

Pemkab Tanah Datar Kucurkan Dana Pemulihan Ekonomi Korban Bencana

139
×

Pemkab Tanah Datar Kucurkan Dana Pemulihan Ekonomi Korban Bencana

Sebarkan artikel ini
pemkab-tanah-datar-salurkan-bantuan-dana-bagi-korban-bencana-2025
Pemkab Tanah Datar Salurkan Bantuan Dana Bagi Korban Bencana 2025

Tanah Datar – Pemerintah Kabupaten Tanah Datar menyalurkan bantuan sosial dan Bantuan Langsung Tunai (BLT) senilai total Rp1,3 miliar. Penyerahan bantuan secara simbolis dilakukan Bupati Eka Putra di Gedung Indo Jolito, Batusangkar, Rabu (3/6/2026).

Langkah ini menjadi upaya pemerintah daerah dalam memulihkan ekonomi masyarakat yang sempat lumpuh akibat bencana hidrometeorologi pada November 2025 lalu. Bencana tersebut diketahui telah merusak sektor pertanian, perikanan, hingga infrastruktur ekonomi warga.

Bupati Eka Putra memastikan bahwa pihaknya terus bekerja keras mempercepat proses pemulihan pascabencana. Ia menyebut progres pembangunan hunian tetap, hunian sementara, serta sabo dam sebagai langkah mitigasi kini terus berjalan nyata.

“Alhamdulillah, satu per satu upaya mulai menunjukkan hasil. Kami terus berupaya mempercepat proses pemulihan pascabencana bagi seluruh masyarakat terdampak,” tutur Eka.

Dana bantuan tersebut menyasar 175 pelaku usaha perikanan di Kecamatan Batipuh, Batipuh Selatan, dan X Koto. Selain itu, stimulus ekonomi juga diberikan kepada 148 pelaku UMKM yang tersebar di lima kecamatan.

Pemerintah juga mengalokasikan BLT sebesar Rp900 ribu bagi 924 kepala keluarga petani di wilayah Batipuh, Batipuh Selatan, dan X Koto. Selain itu, terdapat bantuan pendampingan senilai Rp183,1 juta bagi 23 keluarga pasien korban bencana yang sempat menjalani perawatan di rumah sakit.

Eka menjamin seluruh penerima manfaat telah melalui proses verifikasi ketat agar penyaluran bantuan tepat sasaran dan akuntabel. Ia berharap stimulus ini dapat meringankan beban ekonomi warga yang terdampak.

Di sisi lain, Bupati mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana susulan. Kewaspadaan perlu ditingkatkan mengingat kondisi cuaca yang tidak menentu dan aktivitas Gunung Marapi yang masih fluktuatif.