JAKARTA – Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat dinamika perdagangan yang kontras pada Selasa, 21 Juli 2026, di mana investor asing melakukan aksi jual bersih secara volume sebesar 1,22 miliar saham. Namun, secara nilai, pasar tetap mencatatkan beli bersih sebesar Rp30,8 miliar, dengan total nilai transaksi harian mencapai Rp21,6 triliun.
Pergerakan harga saham blue chip menjadi sorotan utama dalam transaksi kemarin. Saham PT Petrindo Jaya Kreasi (CUAN) dan PT Barito Pacific (BRPT) mencatatkan reli tajam yang memicu aktivitas perdagangan sangat tinggi di pasar sekunder.
Data transaksi menunjukkan bahwa Stockbit Sekuritas Digital (XL) mendominasi pergerakan pada kedua saham tersebut. Broker ini tercatat sebagai pembeli sekaligus penjual terbesar, baik untuk saham BRPT maupun CUAN.
Untuk saham CUAN, Stockbit mencatatkan frekuensi pembelian sebanyak 23.539 kali dengan nilai Rp135,2 miliar. Sementara di sisi penjualan, broker tersebut mencatatkan frekuensi 22.213 kali dengan nilai mencapai Rp145,3 miliar.
Fenomena serupa terjadi pada saham BRPT. Stockbit Sekuritas Digital membukukan nilai pembelian sebesar Rp121,9 miliar dan nilai penjualan sebesar Rp106,7 miliar.
Selain Stockbit, sejumlah perusahaan sekuritas lain juga mencatatkan aktivitas signifikan sebagai pembeli terbesar. Mandiri Sekuritas (CC) dominan dalam transaksi saham AMMN dan BBNI.
Macquarie Sekuritas Indonesia (RX) juga terpantau aktif pada saham TLKM dan UNTR. Masing-masing broker tersebut masing-masing muncul dua kali dalam daftar pembeli terbesar sepuluh saham blue chip.
Di sisi lain, UBS Sekuritas Indonesia (AK) menonjol dalam daftar penjual terbesar untuk saham AMMN dan TLKM. CGS International Sekuritas Indonesia (YU) juga mencatatkan penjualan besar pada saham BMRI dan UNTR.
Secara keseluruhan, tekanan pada saham blue chip memang masih membayangi pasar selama semester I 2026. Meskipun demikian, para analis pasar modal melihat adanya potensi pemulihan harga pada semester II 2026.
Optimisme ini sejalan dengan tren global di sektor teknologi, di mana saham-saham sektor chip baru saja mencatatkan reli historis. Kenaikan nilai pasar perusahaan seperti Micron, Intel, dan AMD di kuartal kedua memberikan sentimen positif bagi investor di berbagai bursa.
Di pasar domestik, pergerakan saham-saham seperti CUAN yang masuk dalam kategori Price Earning Ratio (PER) tinggi, terus menarik minat investor ritel maupun institusi. Hal ini terlihat dari tingginya frekuensi transaksi yang terjadi sepanjang sesi perdagangan kemarin.
Para pelaku pasar kini menanti laporan kinerja keuangan emiten sebagai katalis utama pergerakan harga ke depan. Stabilitas nilai transaksi yang menembus angka belasan triliun rupiah menunjukkan bahwa likuiditas di BEI masih terjaga dengan baik di tengah fluktuasi asing.






