IndustriInvestasiNews

Pemerintah Jaga Stabilitas Pembayaran Utang Meski Rupiah Melemah

109
×

Pemerintah Jaga Stabilitas Pembayaran Utang Meski Rupiah Melemah

Sebarkan artikel ini
purbaya-sebut-pelemahan-rupiah-ke-rp-18.000-an-belum-ganggu-kemampuan-pemerintah-bayar-utang
Purbaya Sebut Pelemahan Rupiah ke Rp 18.000-an Belum Ganggu Kemampuan Pemerintah Bayar Utang

Jakarta – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan stabilitas keuangan negara tetap terjaga meski nilai tukar rupiah kini menyentuh level Rp 18.000 per dolar AS. Ia menyebut penggunaan skema bunga tetap pada surat utang pemerintah menjadi kunci terkendalinya dampak depresiasi mata uang.

Purbaya mengakui adanya kenaikan beban pembayaran bunga utang dalam mata uang asing. Namun, ia menegaskan bahwa pergerakan kurs saat ini masih berada dalam koridor perhitungan yang disiapkan pemerintah.

“Kuponnya sih konstan. Kalau pembayaran utang kan lewat kuponnya. Cuma pada waktu rupiah melemah ya meningkatkan dalam rupiah pembayarannya,” ujar Purbaya di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (4/6/2026).

Pemerintah sendiri telah melakukan simulasi nilai tukar sejak munculnya eskalasi konflik geopolitik yang memicu lonjakan harga BBM. Langkah preventif ini dilakukan meski asumsi awal dalam APBN 2026 dipatok jauh di bawah angka tersebut, yakni Rp 16.500 per dolar AS.

Secara fundamental, Purbaya meyakini posisi rupiah seharusnya berada di bawah level Rp 18.000 per dolar AS. Ia menilai kondisi nilai tukar saat ini sebenarnya lebih kuat daripada angka yang tercermin di pasar.

Di sisi lain, Bank Indonesia (BI) terus mengintensifkan intervensi di pasar valuta asing untuk meredam volatilitas. Deputi Gubernur Senior BI, Destry Damayanti, menjelaskan bahwa intervensi dilakukan melalui transaksi spot, DNDF di pasar domestik, serta NDF di pasar offshore.

Selain itu, bank sentral aktif melakukan pembelian Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder. BI juga memperkuat struktur suku bunga instrumen moneter pro-market guna menjaga daya tarik aset domestik agar aliran modal asing tetap terjaga.

Sementara itu, sektor riil dinilai masih memiliki daya tahan yang kuat terhadap tekanan kurs. Wakil Menteri Perindustrian, Faisol, menegaskan bahwa kinerja industri tetap stabil karena mayoritas biaya operasional perusahaan masih menggunakan mata uang rupiah.