Jakarta – Kepala Badan Pengelola BUMN sekaligus COO Danantara Indonesia, Dony Oskaria, menekankan pentingnya menciptakan ekosistem aset digital yang sehat. Hal ini dianggap mendesak seiring pesatnya perkembangan teknologi blockchain dan keuangan digital di dunia.
Keseriusan pemerintah ini disampaikan Dony saat menjadi pembicara dalam gelaran CFX Crypto Conference 2026, Rabu (9/6/2026). Menurutnya, regulasi yang adaptif menjadi kunci utama agar industri ini dapat memberikan kontribusi nyata bagi ekonomi nasional.
Dony menegaskan bahwa pertumbuhan aset digital harus diimbangi dengan inovasi yang berkelanjutan. “Seiring meningkatnya pemanfaatan aset digital untuk berbagai kebutuhan ekonomi dan keuangan, diperlukan ekosistem yang sehat, inovatif, serta didukung regulasi yang adaptif,” ucap Dony.
Forum tersebut dipandang sebagai wadah kolaborasi strategis bagi para regulator, akademisi, hingga pelaku industri. Pertemuan ini diharapkan mampu merumuskan arah pengembangan sektor keuangan digital yang relevan dengan tantangan masa depan.
Meski belum menjabarkan langkah teknis dari pihak BUMN maupun Danantara, pandangan Dony dianggap sebagai sinyal kuat mengenai komitmen pemerintah. Pemerintah ingin mendorong ekosistem kripto nasional agar lebih teratur dan memiliki daya saing tinggi.
Dalam keterangan resminya, Dony sempat menyelipkan pesan filosofis terkait strategi pengembangan. “Step back to strike closer. Scale time, not speed. Then the mouse is caught,” tuturnya.
Hingga saat ini, belum ada respons atau tanggapan lebih lanjut dari para pelaku industri kripto nasional terkait pernyataan tersebut.







