BisnisInvestasiPerbankan

Danantara Raup Rp26,9 Triliun melalui Penerbitan Obligasi Dolar Perdana

89
×

Danantara Raup Rp26,9 Triliun melalui Penerbitan Obligasi Dolar Perdana

Sebarkan artikel ini
danantara-raup-rp26,9-t-dari-jualan-obligasi-dolar-perdana
Danantara Raup Rp26,9 T dari Jualan Obligasi Dolar Perdana

Jakarta – Danantara Indonesia sukses mencatatkan debut impresif di pasar obligasi global dengan menghimpun dana senilai US$1,5 miliar atau setara Rp26,92 triliun. Aksi korporasi melalui unit usaha Danantara Investment Management (DIM) ini menjadi penerbitan obligasi dolar perdana sejak lembaga tersebut resmi beroperasi pada Februari 2025.

Antusiasme investor yang membludak memaksa Danantara menaikkan nilai penerbitan dari target awal US$1 miliar menjadi US$1,5 miliar. Hingga Kamis (11/6) malam, total pemesanan untuk surat utang ini tercatat menyentuh angka US$4,6 miliar.

Dana jumbo tersebut kemudian dibagi ke dalam dua seri obligasi dengan nilai masing-masing US$750 juta. Obligasi tenor lima tahun ditetapkan dengan imbal hasil 5,35 persen, sementara tenor 10 tahun dipatok di angka 5,95 persen.

Tingginya permintaan pasar juga membuat Danantara berhasil melakukan efisiensi biaya. Mereka sukses menekan tingkat imbal hasil akhir sebesar 35 basis poin lebih rendah dari panduan harga awal, yang sebelumnya berada di kisaran 5,70 persen hingga 6,30 persen.

Penerbitan surat utang ini dinilai sebagai bukti kuat kepercayaan investor asing terhadap stabilitas aset Indonesia. Hal ini terjadi di tengah sorotan publik terhadap pergerakan nilai tukar rupiah, arah kebijakan ekonomi Presiden Prabowo Subianto, serta perluasan peran Danantara.

Langkah strategis ini dilakukan hanya berselang beberapa hari setelah Bank Indonesia mengerek suku bunga acuan sebesar 25 basis poin ke level 5,50 persen. Kebijakan moneter tersebut diambil untuk meredam tekanan terhadap nilai tukar rupiah.

Rencananya, dana segar tersebut akan dialokasikan untuk kebutuhan korporasi umum, investasi, serta pembiayaan kembali utang lama. Obligasi ini akan resmi diterbitkan pada 18 Juni 2026 di bawah program Global Medium-Term Notes (GMTN) DIM yang memiliki total plafon hingga US$5 miliar.

Dalam proses transaksi ini, sejumlah institusi keuangan global dan regional turut dilibatkan sebagai penjamin emisi. Beberapa di antaranya meliputi Citigroup, DBS, HSBC, Mandiri Sekuritas, serta Standard Chartered.