JAKARTA – PT XLSmart Telecom Sejahtera Tbk (XLSmart) resmi memulai langkah strategis untuk memperluas jangkauan layanan internet 4G dan 5G hingga ke wilayah pelosok Indonesia. Langkah ini diambil menyusul keberhasilan perusahaan memenangkan lelang spektrum frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz dari Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi).
Presiden Direktur sekaligus CEO XLSmart, Rajeev Sethi, menyatakan bahwa tambahan spektrum ini akan digunakan untuk meningkatkan kualitas akses internet agar lebih cepat dan stabil bagi masyarakat luas. Perusahaan berkomitmen penuh untuk menjalankan amanah tersebut demi mendukung ekosistem digital nasional.
“Alokasi spektrum baru ini akan kami manfaatkan untuk menghadirkan jaringan yang lebih luas dan andal. Harapannya, pelaku usaha, lembaga pendidikan, hingga layanan publik dapat merasakan pengalaman digital yang lebih baik,” ujar Rajeev dalam keterangan resmi di Jakarta, Rabu (22/7).
Dalam rencana pengembangannya, XLSmart akan memfokuskan pita frekuensi 700 MHz untuk memperluas cakupan wilayah yang belum terlayani. Frekuensi ini dinilai ideal untuk menjangkau area pedesaan dengan jangkauan sinyal yang lebih dalam.
Sementara itu, pita frekuensi 2,6 GHz akan difungsikan untuk meningkatkan kapasitas jaringan di wilayah dengan konsumsi data tinggi. Pita ini diproyeksikan menjadi tulang punggung utama bagi pengembangan layanan 5G di tengah lonjakan lalu lintas data digital.
Integrasi spektrum ini menjadi modal penting bagi perusahaan pascamerger antara XL Axiata dan Smartfren. Optimalisasi aset jaringan tersebut diharapkan dapat menciptakan cakupan yang lebih konsisten serta kapasitas yang jauh lebih besar bagi para pelanggan.
Pemerintah melalui Komdigi telah memberikan kewajiban bagi para pemenang lelang untuk mempercepat pembangunan infrastruktur. XLSmart diwajibkan menghadirkan layanan 4G berkualitas di 538 desa dan kelurahan yang saat ini masih menjadi wilayah blank spot atau memiliki kualitas sinyal rendah.
Menteri Komdigi, Meutya Hafid, menekankan bahwa perluasan ini krusial untuk membuka akses masyarakat terhadap layanan pendidikan, kesehatan, dan pemerintahan digital. Pemerintah menargetkan agar konektivitas internet dapat merata guna mendukung peluang ekonomi baru di pelosok negeri.
Secara nasional, pemerintah menetapkan target ambisius bagi operator telekomunikasi. Jaringan 5G ditargetkan mampu menjangkau setidaknya 51 persen populasi dalam lima tahun ke depan.
Selain itu, pemerintah juga mematok target peningkatan kecepatan mobile broadband secara bertahap. Kecepatan akses internet diharapkan dapat mencapai 100 Mbps pada tahun 2029 mendatang.
Berdasarkan ketentuan lelang, seluruh target pemerataan 4G dan percepatan pembangunan 5G wajib dipenuhi oleh operator dalam jangka waktu lima tahun. Artinya, seluruh kewajiban tersebut harus tuntas terealisasi paling lambat pada 2031.
Dalam proses lelang sebelumnya, XLSmart memenangkan alokasi spektrum 700 MHz selebar 30 MHz dengan nilai penawaran Rp35,34 miliar per MHz. Untuk pita frekuensi 2,6 GHz, perusahaan memperoleh alokasi selebar 50 MHz dengan nilai investasi mencapai Rp231,6 miliar.





