NewsPerbankanPolitik

Bank Indonesia Lepas Ketergantungan Dolar Lewat Transaksi Mata Uang Lokal

135
×

Bank Indonesia Lepas Ketergantungan Dolar Lewat Transaksi Mata Uang Lokal

Sebarkan artikel ini
dpr-puji-langkah-bi-gandeng-china,-rupiah-kian-kuat-dan-transaksi-dagang-tak-lagi-bergantung-dolar-as
DPR Puji Langkah BI Gandeng China, Rupiah Kian Kuat dan Transaksi Dagang Tak Lagi Bergantung Dolar AS

Jakarta – Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif Bank Indonesia (BI) dalam memperkuat nilai tukar rupiah. Langkah ini dinilai sebagai terobosan krusial untuk menjaga ketahanan ekonomi nasional di tengah tekanan dinamika global.

Upaya tersebut diwujudkan melalui kerja sama Bilateral Currency Swap Arrangement (BCSA) antara Bank Indonesia dengan bank sentral Tiongkok (PBOC). Kesepakatan resmi ini diteken oleh Gubernur BI Perry Warjiyo dan Gubernur PBOC Pan Gongsheng di Shanghai pada Kamis, 11 Juni 2026.

Selain BCSA, otoritas moneter Indonesia juga memperluas kolaborasi melalui nota kesepahaman (MoU) terkait mekanisme Local Currency Transaction (LCT). Kerja sama LCT ini turut menjangkau Hong Kong lewat kesepakatan dengan Chief Executive Hong Kong Monetary Authority (HKMA), Eddie Yue.

Menurut Dasco, mekanisme tersebut memungkinkan transaksi perdagangan antara Indonesia, China Daratan, dan Hong Kong menggunakan mata uang lokal masing-masing. Artinya, pelaku usaha dapat bertransaksi menggunakan rupiah atau renminbi secara langsung.

“Kesepakatan itu membuat transaksi antara Indonesia, China Daratan dan Hong Kong bisa dilakukan dengan menggunakan rupiah atau renminbi tanpa harus menggantungkan pada dolar Amerika Serikat,” ujar Dasco dalam keterangan tertulisnya, Minggu (14/6/2026).

Implementasi kebijakan ini secara otomatis memangkas ketergantungan terhadap dolar AS sebagai mata uang perantara. Dasco meyakini penggunaan mata uang lokal akan menekan kebutuhan dolar AS dalam aktivitas ekspor dan impor, sekaligus memperkokoh posisi rupiah.

Langkah strategis ini dipandang sebagai upaya memperluas jangkauan penggunaan mata uang nasional di panggung internasional. Kebijakan BI tersebut diharapkan menjadi perisai bagi stabilitas ekonomi domestik di tengah ketidakpastian pasar global.