JAKARTA – PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) resmi merampungkan akuisisi PT Bali Media Telekomunikasi (BMT) senilai Rp4 triliun. Langkah strategis ini dilakukan untuk menangkap potensi pertumbuhan nilai investasi dan dividen dari PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (EXCL).
Manajemen DSSA menyatakan bahwa investasi pada BMT bertujuan memaksimalkan kepemilikan saham pada EXCL. Keputusan ini didasarkan pada prospek bisnis yang lebih menjanjikan pasca-merger antara XL Axiata dan Smartfren.
Penggabungan usaha tersebut diyakini akan melahirkan entitas telekomunikasi dengan skala bisnis yang jauh lebih besar. Selain itu, entitas baru ini akan memiliki fundamental ekonomi yang lebih kokoh serta daya saing pasar yang lebih tinggi.
DSSA memproyeksikan penguatan posisi kompetitif EXCL akan mendorong pertumbuhan nilai investasi perusahaan secara berkelanjutan. Hal ini diharapkan mampu meningkatkan penerimaan dividen bagi DSSA dalam jangka menengah hingga panjang.
Dalam teknis pelaksanaannya, PT DSST Mas Gemilang membeli 11,19 miliar saham BMT. Sementara itu, PT Sinarmas Sukses Sejahtera membeli satu saham BMT dari pemegang saham sebelumnya.
Manajemen DSSA memastikan bahwa seluruh pendanaan transaksi bersumber dari kas internal perusahaan. Akuisisi ini dipastikan tidak menggunakan pinjaman perbankan maupun aksi korporasi penghimpunan dana dari pasar modal.
Setelah transaksi dinyatakan efektif, BMT akan resmi menjadi entitas anak yang dikendalikan oleh DSSA. Laporan keuangan BMT nantinya akan dikonsolidasikan langsung ke dalam laporan keuangan DSSA.
Terkait kewajiban keuangan, manajemen mencatat bahwa utang konversi BMT belum diselesaikan saat transaksi berlangsung. Meski demikian, posisi BMT tetap menjadi bagian dari portofolio investasi strategis perseroan.
Transaksi ini dikategorikan sebagai transaksi afiliasi, namun tidak memenuhi kriteria transaksi material. Oleh karena itu, aksi korporasi tersebut tidak memerlukan persetujuan dari Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).
Manajemen menjelaskan bahwa nilai transaksi tidak melebihi ambang batas 20% dari ekuitas perusahaan. Perhitungan ini didasarkan pada laporan keuangan konsolidasian per 31 Desember 2025.
Dengan demikian, langkah akuisisi ini dianggap telah memenuhi seluruh regulasi yang berlaku. DSSA kini fokus pada integrasi operasional BMT untuk mendukung target pertumbuhan jangka panjang perseroan.
Langkah ini mempertegas posisi DSSA dalam memperluas cakupan bisnis di sektor telekomunikasi nasional. Perusahaan terus berupaya mengoptimalkan aset yang dimiliki guna memberikan nilai tambah bagi para pemangku kepentingan.
Hingga saat ini, proses peralihan kendali anak usaha tersebut berjalan sesuai dengan rencana strategis perusahaan. Fokus utama manajemen adalah memastikan konsolidasi berjalan lancar tanpa mengganggu stabilitas arus kas internal.







