JAKARTA – Direktur Utama PT Sahabat Mikro Fintek (Samir), Handy Juniandri, menerapkan strategi investasi konservatif dengan mengalokasikan asetnya secara dominan pada deposito Bank Perkreditan Rakyat (BPR) dan logam mulia. Pendekatan ini dipilih untuk menjaga stabilitas portofolio jangka panjang guna menjamin kebutuhan finansial di masa pensiun.
Saat ini, portofolio investasi Handy terbagi menjadi 70 persen deposito BPR dan 30 persen emas. Selain dua instrumen tersebut, ia juga memiliki aset properti berupa rumah dan tanah sebagai pelengkap kekayaan.
Handy memilih deposito BPR karena menawarkan imbal hasil lebih kompetitif dibandingkan bank umum, yakni kisaran 5 persen hingga 6 persen per tahun. Ia menegaskan bahwa instrumen ini tetap aman selama nasabah memilih BPR yang memiliki kondisi keuangan sehat dan terjamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).
Dalam mengukur kesehatan BPR, ia menyarankan investor untuk mencermati laporan keuangan bank terkait. Indikator utama yang harus dipantau adalah tingkat keberhasilan bank dalam mengembalikan dana nasabah secara konsisten.
Sementara itu, logam mulia menjadi instrumen pilihan Handy untuk menyimpan dana sisa dari pendapatan bulanan. Ia mulai mencicil emas secara serius sejak 2023 dengan prinsip tidak mengejar keuntungan jangka pendek, melainkan sebagai aset pelindung nilai yang cenderung naik dalam jangka panjang.
Handy mengakui bahwa hingga saat ini, ia belum melakukan diversifikasi ke instrumen lain yang bersifat progresif. Ia memilih untuk fokus menambah kepemilikan pada aset yang sudah ia miliki saat ini guna meminimalisir risiko.
Perjalanan karier Handy di dunia finansial dimulai sejak lulus dari Universitas Widyatama pada 2004. Ia sempat meniti karier di BFI Multifinance sebelum berpindah ke industri BPR pada 2015, hingga akhirnya menjabat sebagai Direktur Utama Samir per 13 Mei 2026.
Pemahaman Handy mengenai investasi tumbuh seiring berjalannya karier profesional. Meski sempat mempelajari teori fundamental saham dari atasannya pada 2007, ia memutuskan untuk tetap pada jalur konservatif karena menyesuaikan dengan profil risiko dan kesibukannya sebagai praktisi keuangan.
Menurut Handy, setiap individu harus menetapkan tujuan investasi yang jelas sebelum memilih instrumen aset. Ia menekankan pentingnya bagi pekerja dengan ketergantungan gaji bulanan untuk memilih aset yang bersifat low maintenance atau tidak memerlukan pemantauan intensif setiap waktu.
Bagi calon investor, Handy menyarankan untuk disiplin menyisihkan persentase tertentu dari penghasilan ke instrumen yang aman. Ia juga mengingatkan agar investor tidak tergiur pada instrumen dengan imbal hasil tinggi tanpa memahami risiko yang menyertainya.
Strategi ini terbukti efektif bagi Handy karena ia belum pernah mengalami kerugian sejak mulai berinvestasi secara aktif pada 2019. Baginya, investasi adalah fondasi jangka panjang yang harus dikelola dengan bijak agar memberikan ketenangan saat masa produktif berakhir nanti.







