Padang – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat kini menjadi salah satu dari tiga daerah dengan progres rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana tercepat di Indonesia.
Pencapaian tersebut mendapat apresiasi langsung dari Staf Khusus Menteri Dalam Negeri, Kastorius Sinaga, berkat keberhasilan pemulihan lahan pertanian yang kini mencapai 98 persen.
Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, memimpin Rapat Monitoring dan Evaluasi di Auditorium Gubernuran pada Selasa (21/7/2026) untuk memastikan optimalisasi dana tambahan Transfer ke Daerah (TKD).
Pemerintah pusat telah mengalokasikan total dana bantuan sebesar Rp10,6 triliun secara nasional, dengan porsi Rp2,71 triliun dikucurkan khusus untuk wilayah Sumatera Barat periode Februari hingga April 2026.
Mahyeldi menekankan bahwa seluruh kepala daerah wajib mempercepat eksekusi program agar manfaat bantuan tersebut segera dirasakan langsung oleh masyarakat yang terdampak.
“Seluruh daerah harus mempercepat pelaksanaan kegiatan agar manfaat anggaran segera dirasakan masyarakat melalui program yang tepat sasaran,” tegas Mahyeldi dalam arahannya.
Selain kecepatan kerja, gubernur juga mewajibkan setiap kabupaten dan kota untuk menjaga transparansi, memperkuat perencanaan, serta mendokumentasikan setiap tahapan pembangunan demi menjaga kepercayaan publik.
Kasubdit Perencanaan Keuangan Daerah Kemendagri, Fernando Siagian, memastikan bahwa seluruh dana tambahan TKD tersebut sudah tersalurkan sepenuhnya ke daerah terdampak sejak April 2026.
Fernando juga mendesak pemerintah daerah untuk mulai merancang strategi mitigasi bencana yang lebih matang guna menghadapi potensi ancaman El Nino serta musim kemarau di masa mendatang.
Dana sebesar Rp534 miliar dari total bantuan tersebut kini dikelola oleh 23 Organisasi Perangkat Daerah di tingkat provinsi dengan prioritas utama pada perbaikan sektor infrastruktur.
Pengelolaan infrastruktur tersebut difokuskan di bawah koordinasi Dinas PSDA serta Dinas Bina Marga Cipta Karya dan Tata Ruang Sumatera Barat.






