Bursa Saham

Prospek Saham Batubara Tertekan, Simak Rekomendasi Analis Hari Ini

26
×

Prospek Saham Batubara Tertekan, Simak Rekomendasi Analis Hari Ini

Sebarkan artikel ini
Aktivitas alat berat di area pertambangan batubara terbuka dengan latar belakang tumpukan hasil tambang
Prospek saham sektor tambang batubara diproyeksikan masih tertahan sepanjang kuartal II-2026.

JAKARTA – Prospek saham emiten sektor tambang batubara di Bursa Efek Indonesia diproyeksikan masih tertahan sepanjang kuartal II-2026. Kondisi ini dipicu oleh belum pulihnya sentimen sektor tersebut pasca kemunculan isu Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI).

Selain isu DSI, laju kinerja emiten batubara turut dibatasi oleh moderasi harga komoditas global. Risiko fluktuasi pendapatan pada kuartal II-2026 juga menjadi tantangan yang membayangi para pelaku usaha.

Peningkatan porsi kewajiban penjualan batubara untuk kebutuhan dalam negeri atau Domestic Market Obligation (DMO) menjadi risiko utama. Kebijakan ini dinilai terus menekan harga jual rata-rata atau average selling price (ASP).

Ketidakpastian regulasi serta tingginya biaya operasional energi juga mempersempit ruang apresiasi harga saham dalam beberapa bulan ke depan. Meski demikian, sejumlah analis masih mempertahankan rekomendasi overweight untuk jangka panjang.

Di tengah kondisi pasar yang menantang, kinerja indeks Kompas100 terpantau mampu mengungguli Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Tren positif ini menunjukkan adanya ketahanan pada saham-saham pilihan di tengah volatilitas pasar.

PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) tetap menjadi pilihan utama berkat keunggulan leverage ekspor dan dukungan dividen yang menarik. Analis menilai koreksi harga pasca rilis laporan keuangan kuartal II-2026 justru menjadi peluang masuk bagi investor.

AADI direkomendasikan buy dengan target harga di level Rp 12.400. Perusahaan dinilai memiliki daya tahan operasional yang lebih baik di tengah tekanan biaya bahan bakar minyak solar.

Sementara itu, PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) mencatatkan kinerja kuartal I-2026 yang melampaui ekspektasi dengan laba bersih mencapai Rp 921,1 miliar. Peningkatan volume penjualan pihak ketiga menjadi katalis utama pertumbuhan perusahaan.

NH Korindo Sekuritas merevisi naik estimasi laba bersih FY26F menjadi Rp 3,55 triliun dengan rekomendasi overweight. Target harga untuk saham ITMG ditetapkan sebesar Rp 25.250.

PT Bukit Asam Tbk (PTBA) juga mendapat sentimen positif dari dinamika harga batubara Newcastle. Meskipun porsi DMO ke PLN sebesar 37% membatasi margin, efisiensi biaya tambang diproyeksikan mampu menjaga kinerja.

Ciptadana Sekuritas memberikan rekomendasi neutral dengan target harga Rp 2.800. Proyeksi laba bersih PTBA direvisi naik menjadi Rp 4,02 triliun seiring efisiensi operasional.

Terakhir, PT Darma Henwa Tbk (DEWA) menunjukkan potensi pemulihan margin signifikan setelah memperoleh kontrak jasa pertambangan baru. Sucor Sekuritas merekomendasikan buy untuk saham DEWA dengan target harga Rp 350.

Kinerja DEWA diproyeksikan akan menguat seiring transisi bisnis menjadi operasional mandiri secara penuh. Estimasi laba bersih perusahaan untuk tahun 2026 diprediksi meningkat drastis hingga 144% secara tahunan.