Bursa Saham

Asing Lepas Saham Rp 1,36 Triliun, Simak Daftar Saham yang Anjlok

3
×

Asing Lepas Saham Rp 1,36 Triliun, Simak Daftar Saham yang Anjlok

Sebarkan artikel ini
Suasana layar monitor bursa efek yang menampilkan grafik penurunan Indeks Harga Saham Gabungan di Bursa Efek Indonesia.
IHSG melemah 1,88% ke level 6.196,43 setelah investor asing melakukan aksi jual bersih sebesar Rp 1,36 triliun.

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan akhir pekan pada Jumat (24/7/2026) dengan pelemahan signifikan sebesar 1,88% atau 118 poin ke level 6.196,43. Penurunan ini menandai tren negatif yang berlangsung selama tiga hari berturut-turut di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Tekanan jual yang masif dari investor asing menjadi pemicu utama kemerosotan indeks. Pada perdagangan hari tersebut, investor asing mencatatkan aksi jual bersih (net sell) jumbo mencapai Rp 1,36 triliun di seluruh pasar.

Data perdagangan menunjukkan aktivitas yang cukup tinggi dengan volume transaksi mencapai 37,58 miliar saham. Nilai transaksi keseluruhan di bursa tercatat sebesar Rp 17,60 triliun.

Sentimen negatif menyebar ke seluruh sektor, menyebabkan tidak ada satu pun indeks sektoral yang mampu bertahan di zona hijau. Pelemahan terdalam terjadi pada sektor barang konsumer nonprimer yang merosot hingga 3,04%.

Sektor barang baku menyusul dengan koreksi sebesar 3,02%, diikuti sektor energi sebesar 2,82%. Sektor transportasi dan keuangan masing-masing mencatatkan penurunan sebesar 2,70% dan 2,00%.

Sektor lainnya juga mengalami tekanan serupa, yakni infrastruktur turun 1,63%, perindustrian melemah 1,47%, dan barang konsumer primer terkoreksi 1,45%. Sektor teknologi, properti, dan kesehatan masing-masing melemah sebesar 1,41%, 1,16%, dan 0,26%.

Secara keseluruhan, sebanyak 587 saham ditutup melemah, sementara hanya 104 saham yang mampu menguat. Sebanyak 105 saham lainnya tercatat stagnan atau tidak mengalami perubahan harga.

Meskipun terjadi tekanan hebat pada hari Jumat, secara akumulatif IHSG masih mencatatkan kenaikan tipis sebesar 0,34% selama perdagangan sepekan terakhir. Namun, volatilitas pasar tetap tinggi karena investor merespons sentimen global yang kurang menguntungkan.

Ketidakpastian dipicu oleh kekhawatiran pasar terhadap konflik di Timur Tengah yang berisiko menaikkan harga minyak mentah dunia. Kenaikan harga komoditas energi tersebut berpotensi memicu inflasi yang dapat memaksa bank sentral Amerika Serikat (The Fed) mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama.

Selain itu, investor juga mencermati musim laporan keuangan emiten yang sedang berlangsung serta kekhawatiran mengenai belanja kecerdasan buatan (AI) yang menekan bursa saham AS. Kondisi global yang variatif ini membuat pelaku pasar cenderung mengambil posisi aman dengan melepas aset berisiko di pasar berkembang, termasuk Indonesia.

Investor asing terpantau melepas sejumlah saham berkapitalisasi besar. PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) menjadi saham dengan net sell tertinggi mencapai Rp 639,69 miliar.

Selanjutnya, saham PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) dilepas asing sebesar Rp 140,38 miliar. Berikutnya adalah PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) dengan net sell Rp 62,05 miliar dan PT Petrosea Tbk (PTRO) sebesar Rp 60,66 miliar.