Bursa Saham

ELPI Rampungkan Rights Issue, Himpun Dana Rp739,34 Miliar

22
×

ELPI Rampungkan Rights Issue, Himpun Dana Rp739,34 Miliar

Sebarkan artikel ini
Gedung perkantoran PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk (ELPI) di Jakarta.
PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk (ELPI) berhasil menghimpun dana Rp739,34 miliar melalui aksi korporasi rights issue.

JAKARTA – PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk (ELPI) resmi merampungkan seluruh rangkaian Penambahan Modal dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD I). Aksi korporasi ini sukses menghimpun dana segar senilai Rp739,34 miliar.

Tingginya minat investor terlihat selama periode perdagangan HMETD pada 10–16 Juli 2026. Sebanyak 99,90% saham yang ditawarkan berhasil diserap oleh pasar.

Sisa saham kemudian terserap sepenuhnya dalam periode penjatahan pemesanan tambahan atau pooling pada 21 Juli 2026. Tingkat oversubscription atau kelebihan pemesanan dalam aksi ini tercatat mencapai 39,79 kali.

Manajemen ELPI telah melaksanakan pengembalian dana kepada para investor yang tidak mendapatkan penjatahan pada 23 Juli 2026. Langkah ini menjadi penutup rangkaian administratif dari proses PMHMETD I tersebut.

Direktur Utama ELPI, Eka Taniputra, menyatakan bahwa keberhasilan ini merupakan tonggak strategis bagi perusahaan. Dana tersebut akan memperkuat struktur permodalan sekaligus mendukung pertumbuhan jangka panjang.

Eka menambahkan, antusiasme investor mencerminkan kepercayaan pasar terhadap fundamental bisnis perusahaan. Dukungan ini dinilai krusial untuk mempercepat agenda pengembangan armada dan diversifikasi usaha.

Salah satu poin penting dalam perubahan struktur pemegang saham adalah masuknya PT GMT Kapital Asia. Perusahaan tersebut kini menguasai 18,85% saham ELPI pasca-PMHMETD I.

Kehadiran PT GMT Kapital Asia diyakini akan memperkuat struktur pemegang saham. Hal ini juga diharapkan membuka peluang sinergi baru dalam pengembangan bisnis pelayaran perusahaan.

Direktur Keuangan ELPI, Efilya Kusumadewi, merinci alokasi dana sebesar Rp739,34 miliar tersebut. Fokus utama investasi adalah pembangunan empat kapal baru, yang mencakup tiga unit Fast Crew Boat (FCB) dan satu unit Multipurpose Tug.

Sebanyak 9,74% dana dialokasikan untuk pembangunan kapal guna memenuhi kontrak proyek Floating Liquefied Natural Gas (FLNG) dengan PT Layar Nusantara Gas. Sementara itu, 25,70% dana digunakan untuk penyertaan modal pada perusahaan joint venture di sektor logistik.

Sebagian dana lainnya, yakni 16,00%, akan disuntikkan sebagai peningkatan modal pada PT ELPI Trans Cargo. Sisanya, sekitar 20,57%, akan digunakan untuk modal kerja dan biaya operasional anak usaha, PT Ekalya Purnamasari Offshore.

Pasca-aksi korporasi ini, komposisi pemegang saham ELPI mengalami pergeseran signifikan. PT Kreasi Cipta Timur kini memegang porsi mayoritas sebesar 64,10%.

Sisanya terbagi atas PT GMT Kapital Asia sebesar 18,85%, Tan Christian Taniputra 1,89%, dan Eka Taniputra 0,07%. Adapun kepemilikan saham oleh publik atau masyarakat kini berada di angka 15%.

Manajemen optimistis struktur permodalan yang lebih solid akan meningkatkan daya saing perusahaan. Fokus ke depan adalah menciptakan pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan di tengah dinamika industri maritim nasional.