Bursa Saham

Abadi Lestari (RLCO) Serap Dana IPO Rp 57,7 Miliar untuk Operasional

47
×

Abadi Lestari (RLCO) Serap Dana IPO Rp 57,7 Miliar untuk Operasional

Sebarkan artikel ini
Gedung perkantoran PT Abadi Lestari Indonesia Tbk (RLCO) di Jakarta.
PT Abadi Lestari Indonesia Tbk (RLCO) telah menggunakan dana IPO sebesar Rp 57,7 miliar untuk operasional perusahaan.

JAKARTA – PT Abadi Lestari Indonesia Tbk (RLCO) mencatatkan realisasi penggunaan dana hasil Penawaran Umum Perdana Saham (IPO) sebesar Rp 57,74 miliar per 30 Juni 2026. Angka tersebut mencakup lebih dari setengah total perolehan dana bersih perusahaan yang mencapai Rp 100,23 miliar.

Seluruh dana yang telah terserap dialokasikan untuk pengadaan persediaan bahan baku. Kegiatan ini dilakukan melalui entitas anak perusahaan, yakni PT Realfood Winta Asia.

Langkah ini merupakan bagian dari strategi perusahaan dalam mendukung operasional harian. Penggunaan dana dilakukan secara bertahap sesuai dengan kebutuhan bisnis dan tahapan implementasi yang telah disusun dalam prospektus.

Direktur Utama RLCO, Edwin Pranata, menyatakan bahwa pengelolaan dana hasil IPO dilakukan secara disiplin dan efektif. Hal ini merupakan bentuk komitmen perseroan dalam mengoptimalkan modal yang diberikan oleh para investor.

Setiap realisasi penggunaan dana disesuaikan dengan peta jalan bisnis yang berlaku hingga tahun 2027. Tujuannya adalah untuk memastikan operasional berjalan lancar sekaligus memberikan nilai tambah berkelanjutan bagi pemegang saham.

Hingga akhir semester pertama tahun 2026, perseroan masih menyimpan sisa dana hasil IPO sebesar Rp 42,49 miliar. Dana tersebut saat ini ditempatkan dalam rekening giro perusahaan.

Penempatan dana di rekening giro bertujuan untuk menjaga likuiditas perusahaan. Sisa dana tersebut nantinya akan direalisasikan secara bertahap sesuai dengan target waktu yang telah ditetapkan hingga akhir tahun 2027.

Direktur RLCO, Dwiadi Prastian Hadi, menegaskan bahwa realisasi dana hingga Juni 2026 berjalan sepenuhnya sesuai rencana. Tidak terdapat deviasi atau perubahan alokasi dibandingkan dengan rencana yang tercantum dalam prospektus awal.

Pihak manajemen memastikan bahwa perusahaan secara rutin menyampaikan Laporan Realisasi Penggunaan Dana kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI). Langkah ini diambil sebagai bentuk kepatuhan terhadap aturan pasar modal.

Pelaporan berkala tersebut juga menjadi wujud implementasi prinsip keterbukaan informasi dan tata kelola perusahaan yang baik atau Good Corporate Governance (GCG). Hal ini dilakukan untuk menjaga kepercayaan publik terhadap emiten.

Ke depannya, RLCO akan terus mengoptimalkan sisa dana IPO untuk memperkuat sisi operasional. Fokus utama tetap pada menjaga ketersediaan bahan baku guna mendukung pertumbuhan usaha.

Strategi ini diharapkan dapat memperkuat posisi perusahaan di pasar dan memberikan keuntungan bagi seluruh pemangku kepentingan. Perseroan optimistis bahwa seluruh tahapan penggunaan dana akan selesai sesuai jadwal yang ditetapkan.

Di sisi lain, dinamika ekonomi nasional saat ini juga tengah menyoroti isu penggunaan anggaran negara, termasuk polemik dana pendidikan sebesar Rp 223,6 triliun untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG). Isu tersebut kini tengah bergulir di Mahkamah Konstitusi terkait pengujian materiil APBN 2026.