Energi

Pertamina Perkuat Distribusi, Antrean BBM di Sumatera Mulai Berkurang

79
×

Pertamina Perkuat Distribusi, Antrean BBM di Sumatera Mulai Berkurang

Sebarkan artikel ini
Deretan mobil tangki Pertamina sedang melakukan pengisian bahan bakar di terminal distribusi wilayah Sumatera.
PT Pertamina Patra Niaga memperkuat distribusi BBM di Sumatera untuk mengatasi antrean panjang di SPBU.

MEDAN – PT Pertamina Patra Niaga kini tengah mengintensifkan distribusi bahan bakar minyak (BBM) di wilayah Sumatera guna mengatasi antrean panjang di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). Langkah strategis tersebut mencakup penambahan pasokan, penguatan armada distribusi, hingga penyesuaian pola operasional SPBU di Medan, Bengkulu, hingga Palembang.

Di Sumatera Utara, Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) telah mengoperasikan Integrated Terminal Medan selama 24 jam penuh. Perusahaan juga menambah armada mobil tangki melalui skema spot charter guna memastikan suplai tetap terjaga.

Upaya tersebut didukung oleh optimalisasi pasokan dari Fuel Terminal Kisaran, Fuel Terminal Siantar, serta Integrated Terminal Lhokseumawe. Pertamina memperkuat koordinasi dengan BPH Migas, TNI, Polri, dan pemerintah daerah untuk menjamin efektivitas penyaluran di lapangan.

Skema Reguler Alternatif Emergency (RAE) diterapkan sebagai respons cepat jika ditemukan lonjakan kebutuhan BBM di wilayah tertentu. Langkah ini dinilai efektif oleh warga, seperti pengakuan pengemudi ojek online di Medan yang melaporkan bahwa antrean di SPBU kini mulai berkurang signifikan.

Sementara itu, di Bengkulu, Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) fokus pada penambahan alokasi Biosolar di SPBU yang mengalami peningkatan konsumsi. Salah satu contohnya adalah SPBU di Kabupaten Kepahiang yang kini menerima pasokan hingga 16 kiloliter per hari.

Pengawasan distribusi BBM subsidi juga diperketat melalui verifikasi QR Code Subsidi Tepat dan pencocokan nomor polisi kendaraan. Kendaraan yang terindikasi melakukan penyalahgunaan akan dimasukkan ke dalam daftar hitam (negative list) dan tidak lagi dapat mengakses BBM subsidi.

Di Sumatera Selatan, fokus utama Pertamina adalah mengubah pola operasional SPBU untuk mengurai kepadatan kendaraan. Sebanyak 13 SPBU di Kota Palembang kini diwajibkan beroperasi 24 jam sesuai dengan arahan pemerintah daerah setempat.

Delapan SPBU lainnya di wilayah tersebut juga melakukan penyesuaian jam operasional pada malam hingga dini hari. Langkah ini diambil untuk memastikan aksesibilitas masyarakat terhadap BBM tetap terjaga sepanjang waktu.

Pertamina memastikan bahwa stok BBM secara nasional dalam kondisi aman dan mencukupi. Pemantauan pola konsumsi masyarakat terus dilakukan secara intensif untuk mencegah terjadinya kelangkaan di tingkat pengecer maupun SPBU.

Masyarakat diimbau untuk menggunakan BBM sesuai dengan spesifikasi mesin kendaraan dan mematuhi ketentuan penggunaan subsidi. Pertamina juga membuka saluran pengaduan melalui Pertamina Contact Center 135 bagi warga yang menemukan praktik penyalahgunaan BBM subsidi.

Upaya kolaboratif antara Pertamina, aparat penegak hukum, dan pemangku kepentingan terkait terus berjalan guna menormalisasi kondisi di seluruh SPBU. Perkembangan situasi di lapangan akan terus dievaluasi secara berkala hingga distribusi BBM kembali stabil sepenuhnya.