Jakarta – Bank Jatim sukses mengukir prestasi gemilang dalam ajang Digital Innovation Award 2026 di iNews Tower, Jakarta, Jumat (22/5). Perseroan berhasil menyabet penghargaan kategori Digital Innovation in Business Transformation berkat konsistensi mereka dalam mengembangkan layanan keuangan digital.
Penghargaan bergengsi tersebut diterima langsung oleh Direktur Teknologi Informasi, Digital & Operasi Bank Jatim, Wiweko Probojakti, dari Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan, Yusril Ihza Mahendra. Sosok yang akrab disapa Dodit ini menyebut raihan tersebut sebagai bukti dedikasi seluruh insan Jatimers dalam menciptakan ekosistem perbankan yang adaptif.
Menurut Dodit, kunci utama kesuksesan Bank Jatim terletak pada akselerasi fitur JConnect. Platform ini mampu mengintegrasikan berbagai kebutuhan transaksi nasabah secara praktis dalam satu genggaman.
“Kami berkomitmen untuk terus berinovasi demi memberikan kemudahan, kecepatan, dan kenyamanan lebih bagi nasabah,” ujar Dodit.
Kinerja positif perseroan tercermin dari data sepanjang 2025 yang menunjukkan pertumbuhan signifikan. Pengguna JConnect Mobile tercatat menembus 993.972 user dengan total nilai transaksi mencapai Rp65,77 triliun, atau melonjak 29,55 persen secara tahunan.
Tren peningkatan juga terlihat pada layanan JConnect IB Corporate dengan nilai transaksi Rp23,36 triliun. Di sisi lain, penggunaan QRIS Bank Jatim tumbuh pesat sebesar 47,25 persen dengan nilai transaksi mencapai Rp3,94 triliun.
Optimisme manajemen pun kian menebal pasca peluncuran aplikasi JConnect versi terbaru pada awal Mei lalu. Dodit menargetkan jumlah pengguna platform tersebut dapat menembus angka 2 juta hingga tutup tahun 2026.
Aplikasi versi terbaru ini kini dilengkapi 36 fasilitas unggulan, seperti sistem login biometrik dan fitur ganti password mandiri. Inovasi ini menjadikan JConnect sebagai platform finansial komprehensif bagi sektor UMKM hingga korporasi dalam memperkuat inklusi keuangan.
“Digitalisasi tetap menjadi fokus utama kami dalam memperluas akses layanan. Ke depan, kami akan terus memperkuat kolaborasi lintas sektor guna mendukung ekosistem ekonomi digital, baik di Jawa Timur maupun skala nasional,” pungkas Dodit.







