InvestasiPerbankan

Strategi Suku Bunga Bank Indonesia Angkat Nilai Tukar Rupiah

109
×

Strategi Suku Bunga Bank Indonesia Angkat Nilai Tukar Rupiah

Sebarkan artikel ini
bi-klaim-kenaikan-suku-bunga-berhasil-bawa-rupiah-tinggalkan-rp18-ribu
BI Klaim Kenaikan Suku Bunga Berhasil Bawa Rupiah Tinggalkan Rp18 Ribu

Jakarta – Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS akhirnya kembali ke bawah level psikologis Rp18 ribu. Pada perdagangan Jumat (12/6), mata uang Garuda berhasil menguat 51,5 poin atau 0,29 persen, sehingga bertengger di posisi Rp17.937 per dolar AS.

Tren positif ini merupakan imbas dari kebijakan Bank Indonesia (BI) yang menaikkan suku bunga acuan (BI Rate) sebesar 25 basis poin menjadi 5,5 persen pada Selasa (9/6). Langkah tersebut diambil sebagai respons atas tekanan depresiasi rupiah yang sebelumnya sempat menembus level Rp18 ribu akibat dampak konflik di Timur Tengah.

Kepala Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, menyatakan bahwa investor asing memberikan respons positif terhadap kebijakan tersebut. “Hal ini tercermin dari meningkatnya aliran masuk modal asing ke instrumen SRBI pasca lelang 10 Juni 2026, serta kembalinya minat di pasar SBN, terutama tenor pendek dan menengah,” ungkap Ramdan.

Selain mengerek BI Rate, otoritas moneter juga melakukan penyesuaian suku bunga Deposit Facility menjadi 4,5 persen dan Lending Facility ke angka 6,25 persen. Gubernur BI, Perry Warjiyo, menegaskan bahwa kebijakan ini sangat krusial untuk menstabilkan rupiah di tengah kondisi ekonomi global yang tidak pasti.

Guna menjaga momentum tersebut, BI telah menyiapkan empat strategi tambahan. Pertama, menaikkan struktur bunga Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) pada tenor 6, 9, dan 12 bulan demi menjaga daya saing investasi portofolio di dalam negeri.

Kedua, BI memberikan insentif berupa pemotongan tingkat swap lindung nilai (hedging swap) sebesar 10 persen bagi para investor asing. Ketiga, bank sentral kembali membuka window lelang instrumen repurchase agreement (repo) bagi perbankan untuk memastikan likuiditas pasar uang tetap stabil.

Terakhir, BI bakal meningkatkan intensitas operasi moneter melalui lelang SRBI dua kali sepekan serta intervensi di pasar valas. Upaya stabilisasi ini akan dilakukan secara konsisten melalui transaksi spot, Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF), hingga intervensi Non-Deliverable Forward (NDF) di pasar luar negeri.