Tutup
BisnisInvestasiNews

BRMS Genjot Produksi Emas, Tambang Bawah Tanah Menyusul

256
×

BRMS Genjot Produksi Emas, Tambang Bawah Tanah Menyusul

Sebarkan artikel ini
lahan-tambang-anak-usaha-di-segel-satgas-pkh,-bumi-resources-minerals-buka-suara
Lahan Tambang Anak Usaha di Segel Satgas PKH, Bumi Resources Minerals Buka Suara

Palu – Satgas Penertiban Kawasan Hutan (PKH) menyegel area pertambangan ilegal di Palu, Sulawesi Tengah. Area tersebut merupakan bagian dari kontrak karya PT Citra Palu Minerals (CPM).

Namun, PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) memastikan penyegelan ini tidak akan mengganggu operasional tambang emas River Reef di Poboya, Palu.

“lokasi tambang emas River Reef tetap berjalan normal,” tegas Direktur Utama & CEO BRMS, Agoes Projosasmito, Senin (16/2/2026).

Saat ini, CPM mengoperasikan tambang emas River Reef dengan metode penambangan terbuka atau open pit mining.

BRMS juga tengah berupaya meningkatkan kapasitas produksi fasilitas pemrosesan emas CPM.

“Kapasitas ditingkatkan dari 500 menjadi 2000 ton bijih per hari,” ungkap Direktur & Chief Legal officer BRMS, Muhammad Sulthon.

Peningkatan kapasitas pabrik ini ditargetkan rampung pada Oktober 2026. Diharapkan, hal ini akan berdampak positif pada kenaikan produksi emas BRMS di tahun yang sama.

Selain itu, BRMS juga berencana mengoperasikan tambang emas bawah tanah CPM.

“Targetnya mulai beroperasi di semester kedua tahun 2027,” kata Direktur & Chief Investor Relations BRMS, Herwin Hidayat.

dengan kandungan emas di kisaran 3,5 – 4,9 g/t, tambang bawah tanah ini diharapkan dapat meningkatkan produksi emas BRMS pada akhir 2027 atau awal 2028.