JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan penguatan sebesar 0,67% ke level 5.912 pada perdagangan Kamis (9/7). Kenaikan indeks ini ditopang oleh mayoritas saham yang bergerak ke zona hijau di tengah dinamika pasar Bursa Efek Indonesia (BEI).
Data perdagangan menunjukkan sebanyak 317 saham mengalami kenaikan, sementara 275 saham terkoreksi dan 190 saham lainnya stagnan. Aktivitas pasar terpantau cukup tinggi dengan nilai transaksi mencapai Rp 12,08 triliun.
Volume transaksi tercatat sebanyak 27,11 miliar saham dengan frekuensi perdagangan mencapai 2,24 juta kali. Kapitalisasi pasar IHSG hingga penutupan sesi sore berada di angka Rp 10.351 triliun.
Sentimen pasar hari ini diwarnai oleh lonjakan harga saham PT Bank Jago Tbk (ARTO) yang melesat 18,33% ke level Rp 1.200 per lembar. Kenaikan tajam ini dipicu oleh kabar mengenai potensi rencana merger antara ARTO dengan PT BFI Finance Indonesia Tbk (BFIN).
Jika rencana penggabungan usaha tersebut terealisasi, entitas gabungan diproyeksikan memiliki kapitalisasi pasar sekitar US$ 1,4 miliar atau setara dengan Rp 25 triliun. Saham BFI Finance sendiri turut merespons kabar tersebut dengan kenaikan 6,62% ke level Rp 805.
Laporan dari Bloomberg menyebutkan bahwa kelompok investor yang dipimpin oleh Jerry Ng tengah meninjau berbagai opsi strategis terkait kepemilikan saham di kedua entitas tersebut. Proses kajian ini dikabarkan melibatkan firma keuangan Goldman Sachs sebagai penasihat.
Opsi penggabungan ARTO dan BFIN menjadi salah satu poin yang tengah dipertimbangkan dalam kajian tersebut. Selain itu, terdapat potensi ketertarikan dari sejumlah lembaga keuangan asing yang ingin memperluas jangkauan bisnis mereka di pasar Indonesia.
Manajemen PT Bank Jago Tbk memberikan tanggapan resmi terkait spekulasi yang beredar di pasar. Perseroan menyatakan tidak memberikan komentar terhadap rumor tersebut dan mengaku tidak memiliki informasi mengenai rencana merger.
Bank Jago menegaskan bahwa hingga saat ini tidak ada pendekatan resmi dari pihak investor atau institusi keuangan asing terkait rencana tersebut. Pernyataan ini menjadi klarifikasi atas volatilitas harga saham yang terjadi sepanjang hari perdagangan.
Pergerakan sektoral di BEI menunjukkan dominasi penguatan di delapan dari sebelas sektor yang tersedia. Sektor bahan baku mencatatkan kenaikan tertinggi sebesar 2,10%.
Saham PT Barito Pacific Tbk (BRPT) menjadi salah satu pendorong utama di sektor bahan baku dengan lonjakan harga 6,67% ke level Rp 1.600. Secara keseluruhan, performa pasar domestik terlihat lebih unggul dibandingkan beberapa bursa utama di kawasan Asia.
Indeks bursa Asia menunjukkan pergerakan yang variatif pada hari yang sama. Shanghai Composite naik 1,65%, Straits Times menguat 1,20%, dan Nikkei terangkat 1,38%, sementara Hang Seng justru terkoreksi 0,70%.
Deretan saham top gainers hari ini dipimpin oleh ARTO dengan kenaikan 18,33%, disusul PT Darma Henwa Tbk (DEWA) sebesar 11,41% ke Rp 332, dan PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) sebesar 10,97% ke Rp 4.330.
Sebaliknya, saham top losers ditempati oleh PT Lima Dua Lima Tiga Tbk (LUCY) yang melemah 9,81% ke Rp 478. Selanjutnya, PT RMK Energy Tbk (RMKE) turun 5,41% ke Rp 2.100 dan PT Ciputra Development Tbk (CTRA) terkoreksi 2,75% ke Rp 530.







