Sawahlunto – Pemerintah Kota Sawahlunto resmi merangkul Kwartir Cabang 11 Gerakan Pramuka untuk memperkuat pertahanan generasi muda dari ancaman penyalahgunaan narkoba.
Kerja sama tersebut dikukuhkan melalui penandatanganan nota kesepahaman antara Wakil Wali Kota Sawahlunto, Jeffry Hibatullah, dengan Kepala BNN Kota Sawahlunto, Didit Bagus Wicaksono.
Momen tersebut sekaligus menjadi titik awal peluncuran Rintisan Saka Anti Narkotika di wilayah setempat.
Kemitraan ini menjadi landasan formal bagi kedua pihak dalam mengakselerasi program Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN).
Ke depannya, para anggota Pramuka akan menerima edukasi berkelanjutan serta pelatihan khusus terkait upaya pencegahan narkotika.
Jeffry Hibatullah menilai organisasi kepramukaan merupakan wadah paling tepat untuk menempa karakter pemuda agar lebih tangguh.
Ia menaruh harapan besar bahwa Saka Anti Narkotika mampu mencetak kader-kader yang menjadi teladan bagi masyarakat dalam menerapkan pola hidup sehat.
“Mereka diharapkan menjadi agen informasi sekaligus motor penggerak kampanye anti narkoba di lingkungan sekolah maupun masyarakat,” ungkap Jeffry.
BNN Kota Sawahlunto sendiri memandang keterlibatan jaringan Pramuka sangat vital untuk memperluas jangkauan sosialisasi bahaya obat-obatan terlarang.
Didit Bagus Wicaksono meyakini kolaborasi ini akan membuat setiap materi edukasi antinarkotika tersampaikan secara lebih konsisten dan sistematis.
“Sinergi ini memberikan dampak nyata dalam perlindungan generasi muda dari ancaman narkotika,” tegas Didit.
Langkah strategis ini merupakan bentuk komitmen bersama untuk mewujudkan visi Kota Sawahlunto yang bersih dari jeratan narkoba.







