Bursa Saham

IHSG Menguat Empat Hari Beruntun Meski Asing Catat Net Sell

46
×

IHSG Menguat Empat Hari Beruntun Meski Asing Catat Net Sell

Sebarkan artikel ini

Sumbarbisnis.com  JAKARTA. Reli Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berlanjut hingga hari keempat berturut-turut pada awal pekan ini.

Penguatan indeks semakin mendekati level psikologis 6.000, didorong oleh kenaikan mayoritas sektor saham meski investor asing masih membukukan aksi jual bersih.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui RTI Business, IHSG ditutup menguat 0,69% atau naik 40,29 poin ke level 5.916,07 pada perdagangan Senin (6/7/2026). 

Sepanjang sesi, indeks bergerak di kisaran 5.857 hingga mencapai level tertinggi 5.935.

IHSG Reli 4 Hari Berturut-turut, Cermati Saham Net Buy Terbesar Asing di Awal Pekan

Penguatan kali ini ditopang oleh mayoritas indeks sektoral. Sektor barang konsumer nonprimer memimpin kenaikan dengan penguatan 1,25%, diikuti sektor teknologi dan energi yang masing-masing naik 0,92%. 

Selanjutnya, sektor transportasi menguat 0,68%, properti dan real estate naik 0,56%, serta sektor keuangan bertambah 0,54%.

Dari sisi aktivitas perdagangan, volume transaksi mencapai 19,83 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp 9,5 triliun.

Asing Net Sell Rp 3,27 Triliun Sepekan Terakhir, Cermati Saham yang Banyak Diljual

 

Sentimen positif juga tercermin dari pergerakan saham di papan perdagangan. Sebanyak 386 saham ditutup menguat, sementara 242 saham melemah dan 155 saham tidak mengalami perubahan harga.

Meski IHSG melanjutkan tren positif, aliran dana asing masih menunjukkan kehati-hatian. Investor asing membukukan net sell sebesar Rp 190,9 miliar di seluruh pasar pada perdagangan Senin. 

IHSG Diproyeksi Lanjut Rebound, Tapi Level 6.000 Masih Sulit Ditembus

Berikut 10 saham net sell terbesar asing pada Senin:

1. PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Rp 85,96 miliar

2. PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) Rp 82,73 miliar

3. PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) Rp 78,1 miliar

4. PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) Rp 42,16 miliar

5. PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) Rp 41,21 miliar

6. PT Darma Henwa Tbk (DEWA) Rp 23,35 miliar

7. PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) Rp 20,51 miliar

8. PT Cisarua Mountain Dairy Tbk (CMRY) Rp 19,27 miliar

9. PT Astra International Tbk (ASII) Rp 18,13 miliar

10. PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) Rp 18,11 miliar

  BMRI Chart by TradingView