Bursa Saham

Saham JELI Resmi Melantai di BEI Hari Ini, Berpotensi ARA

47
×

Saham JELI Resmi Melantai di BEI Hari Ini, Berpotensi ARA

Sebarkan artikel ini

JAKARTA – PT Niramas Utama Tbk, produsen makanan dan minuman di balik merek populer INACO, resmi melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) mulai Selasa (7/7/2026). Saham perusahaan dengan kode emiten JELI ini mulai diperdagangkan secara bebas setelah proses pencatatan saham perdana atau Initial Public Offering (IPO) dimulai tepat pada pembukaan sesi pertama pukul 09.00 WIB.

Antusiasme pasar terhadap saham JELI terpantau sangat tinggi sejak masa penawaran umum yang berlangsung pada 1 hingga 3 Juli 2026. Data menunjukkan terjadi kelebihan permintaan atau oversubscribed hingga 273,37 kali pada porsi pooling.

Tingginya minat investor terlihat dari jumlah partisipasi yang mencapai 606.892 Single Investor Identification (SID). Besarnya permintaan ini memicu ekspektasi pasar bahwa harga saham JELI berpotensi mengalami lonjakan signifikan pada hari perdana perdagangan.

Berdasarkan prospektus IPO, saham JELI memiliki batas atas auto rejection (ARA) sebesar 25%, yang menempatkan harga di level Rp 1.125 per lembar. Sebaliknya, batas bawah atau auto rejection bawah (ARB) ditetapkan sebesar 15%, yakni pada harga Rp 765 per lembar.

Dalam aksi korporasi ini, PT Niramas Utama Tbk melepas sebanyak 266 juta saham baru kepada publik. Harga penawaran perdana ditetapkan sebesar Rp 900 per saham.

Melalui langkah ini, perseroan berhasil menghimpun dana segar sekitar Rp 239,4 miliar. Dana tersebut direncanakan untuk mendukung ekspansi usaha, termasuk peningkatan kapasitas produksi, penguatan jaringan distribusi, serta pemenuhan modal kerja.

CEO Sucor Sekuritas, Bernadus Wijaya, yang bertindak sebagai penjamin emisi tunggal, menyebut pencapaian ini sebagai tonggak penting. IPO JELI menjadi emiten kedua di Indonesia pada 2026 yang berhasil melantai di tengah kondisi pasar yang masih diselimuti ketidakpastian.

Bernadus menilai keberhasilan oversubscription ini mencerminkan tingginya kepercayaan investor terhadap fundamental perusahaan. Menurutnya, pelaku pasar tetap memprioritaskan emiten dengan prospek usaha yang menjanjikan meski volatilitas pasar sedang tinggi.

Direktur Niramas Utama, Adhi S. Lukman, menyatakan bahwa tingginya minat publik merupakan amanah besar bagi perseroan. Pihaknya berkomitmen untuk menjaga kepercayaan tersebut melalui kinerja dan pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.

Adhi menambahkan bahwa status sebagai perusahaan terbuka menjadi langkah strategis bagi korporasi. Perubahan status ini diharapkan mampu meningkatkan standar tata kelola perusahaan ke arah yang lebih baik.

Selain itu, langkah ini ditujukan untuk memperluas jangkauan pasar dan memperkuat kapasitas produksi secara nasional. Pada akhirnya, perusahaan berupaya menciptakan nilai tambah yang optimal bagi seluruh pemegang saham di masa depan.