NEW YORK – Bursa saham Wall Street mencatatkan pergerakan variatif pada awal pekan ini. Indeks S&P 500 dan Nasdaq berhasil melanjutkan tren positif dari pekan sebelumnya, didorong oleh pemulihan signifikan pada saham-saham sektor semikonduktor.
Namun, laju indeks Dow Jones Industrial Average menunjukkan dinamika berbeda. Sempat menyentuh rekor intraday baru di awal sesi, indeks tersebut kemudian terkoreksi dan ditutup melemah di tengah ketidakpastian sentimen pasar.
Hingga pukul 22.00 WIB pada Senin (6/7/20206), indeks Dow Jones Industrial Average tercatat turun 149,02 poin atau 0,28% ke level 52.751,05. Sebaliknya, indeks S&P 500 menguat 38,57 poin atau 0,52% ke posisi 7.521,81.
Indeks Nasdaq Composite turut mencatatkan kenaikan sebesar 283,78 poin atau 1,10% menuju level 26.116,45. Ketiga indeks utama ini sebelumnya sempat mencatat kenaikan sekitar 2% pada pekan yang dipersingkat hari libur.
Sektor teknologi informasi menjadi motor utama penguatan indeks S&P 500. Indeks Semikonduktor Bursa Efek Philadelphia melonjak 4,2% setelah sempat mengalami tekanan jual selama dua sesi berturut-turut.
Saham Broadcom menjadi salah satu sorotan utama setelah mencatatkan kenaikan sekitar 5,7%. Lonjakan ini dipicu oleh kesepakatan kemitraan baru dengan Apple untuk pengembangan chip khusus yang akan berlangsung hingga tahun 2031.
Di sisi lain, pasar menantikan langkah korporasi besar asal Korea Selatan, SK Hynix. Perusahaan tersebut dikabarkan akan segera mencatatkan sahamnya di bursa Amerika Serikat dengan target penghimpunan dana mencapai US$ 28 miliar.
Data ekonomi menunjukkan hasil yang stabil dengan indeks manajer pembelian non-manufaktur dari Institute for Supply Management berada di posisi 54,0. Angka ini dinilai selaras dengan ekspektasi pasar yang berkembang saat ini.
Investor kini mulai mengalihkan fokus pada sektor perawatan kesehatan, industri, dan keuangan. Penguatan di sektor-sektor tersebut dipandang sebagai indikator bahwa reli pasar tidak lagi bergantung sepenuhnya pada saham teknologi dan kecerdasan buatan (AI).
Ujian besar bagi pasar akan datang dari musim laporan keuangan kuartal kedua yang segera dimulai. Delta Air Lines dan PepsiCo dijadwalkan menjadi perusahaan pertama yang merilis kinerja keuangan mereka pada akhir pekan ini.
Analis pasar senior di Trade Nation, David Morrison, menilai musim laporan keuangan kali ini sangat krusial. Publik menanti apakah perusahaan besar yang tergabung dalam “Magnificent 7” mampu menjaga momentum pertumbuhan mereka.
Di tengah optimisme tersebut, saham Microsoft justru mengalami penurunan 1,8%. Penurunan ini terjadi pasca pengumuman perusahaan mengenai rencana pemutusan hubungan kerja terhadap 2,1% tenaga kerjanya, atau sekitar 4.800 karyawan.
Ketidakpastian kebijakan moneter juga menjadi perhatian utama pelaku pasar. Data tenaga kerja AS yang lebih rendah dari perkiraan pekan lalu membuat investor mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga oleh Federal Reserve.
Alat FedWatch dari CME mencatat peluang kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin pada pertemuan 29 Juli kini turun menjadi 24%. Angka tersebut menurun dibandingkan probabilitas sebesar 30% pada pekan sebelumnya.
Risalah pertemuan The Fed yang akan dirilis pada hari Rabu mendatang menjadi dokumen yang ditunggu-tunggu. Dokumen tersebut diharapkan memberikan gambaran mengenai arah kebijakan di bawah kepemimpinan Ketua baru, Kevin Warsh.
Pasar juga mencermati pergerakan saham SpaceX yang naik 1,2% menjelang bergabungnya perusahaan tersebut ke dalam indeks Nasdaq 100. Sementara itu, O’Reilly Automotive mencatatkan penurunan 6,7% menyusul rencana akuisisi terhadap Genuine Parts.







