Tutup
PerbankanTeknologi

Kemnaker Gandeng Huawei Tingkatkan Kualitas Kompetensi Digital Tenaga Kerja

115
×

Kemnaker Gandeng Huawei Tingkatkan Kualitas Kompetensi Digital Tenaga Kerja

Sebarkan artikel ini

Jakarta – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) resmi menjalin kemitraan strategis dengan Huawei Indonesia guna mempercepat pengembangan sumber daya manusia (SDM) dan kompetensi digital di tanah air. Kesepakatan tersebut dituangkan dalam nota kesepahaman (MoU) yang ditandatangani di Jakarta, Selasa (26/5/2026).

Penandatanganan dokumen dilakukan oleh Kepala Pusat Pasar Kerja Kemnaker, R. Nurhidajat, bersama Direktur SDM Huawei Indonesia, Andhi Mufti. Prosesi ini turut disaksikan langsung oleh Sekretaris Jenderal Kemnaker, Cris Kuntadi.

Cris Kuntadi menyebutkan bahwa kolaborasi ini menjadi langkah krusial dalam menjembatani kesenjangan antara keterampilan masyarakat dengan kebutuhan industri yang kian dinamis. Menurutnya, percepatan transformasi teknologi mengharuskan angkatan kerja untuk lebih adaptif.

“Kolaborasi ini diharapkan mampu menciptakan SDM yang kompeten dan siap menghadapi tantangan dunia kerja. Dunia industri membutuhkan tenaga kerja yang adaptif dan memiliki keterampilan sesuai perkembangan teknologi,” ungkap Cris.

Sinergi tersebut nantinya akan difokuskan pada peningkatan kapasitas generasi muda di bidang teknologi informasi, komunikasi, serta digitalisasi industri. Langkah ini diambil agar tenaga kerja Indonesia lebih relevan dengan tuntutan zaman.

Selain fokus pada pengembangan SDM, pemerintah juga tengah membenahi tata kelola program magang melalui penguatan regulasi. Pengawasan berbasis digital kini diterapkan demi memastikan efektivitas program bagi peserta maupun perusahaan.

“Program magang harus berjalan dengan tata kelola yang baik. Karena itu, pemerintah hadir melalui regulasi agar pelaksanaannya lebih terarah dan memberikan manfaat nyata bagi peserta maupun perusahaan,” tegasnya.

Ke depan, Kemnaker berkomitmen untuk terus membuka pintu kerja sama dengan berbagai pihak. Upaya ini dilakukan demi memperluas jangkauan pelatihan vokasi di seluruh daerah guna mencetak tenaga kerja yang berdaya saing global.