InvestasiNews

Kepercayaan pasar dorong penguatan nilai tukar rupiah ke level stabil

137
×

Kepercayaan pasar dorong penguatan nilai tukar rupiah ke level stabil

Sebarkan artikel ini
rupiah-diproyeksi-menguat-hingga-rp-17.500-per-dolar-as,-ekonom-beberkan-3-fondasi-penting-penguatan
Rupiah Diproyeksi Menguat hingga Rp 17.500 per Dolar AS, Ekonom Beberkan 3 Fondasi Penting Penguatan

Jakarta – Nilai tukar rupiah diproyeksikan terus melanjutkan tren penguatan dalam waktu dekat. Mata uang Garuda ini bahkan berpotensi menyentuh level Rp17.500 per dolar AS seiring dengan pulihnya optimisme investor terhadap arah kebijakan ekonomi Indonesia.

Kepala Ekonom Trimegah Sekuritas Indonesia, Fakhrul Fulvian, mencatat saat ini rupiah bergerak di kisaran Rp17.450 hingga Rp17.650 dengan kecenderungan yang positif. Menurutnya, pergerakan ini didorong oleh perbaikan ekspektasi pasar terhadap komitmen pemerintah dalam menjaga stabilitas makroekonomi.

“Saya memperkirakan rupiah masih berpotensi menguat menuju kisaran Rp17.500 per dolar AS pada pekan depan. Pasar mulai melihat bahwa otoritas ekonomi Indonesia bersedia mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan memulihkan kepercayaan investor,” ujar Fakhrul, Senin (15/6/2026).

Fakhrul memaparkan tiga pilar utama yang menjadi fondasi penguatan rupiah saat ini. Pertama, kebijakan moneter yang tegas melalui kenaikan suku bunga kumulatif sebesar 75 basis poin (bps) demi menjaga stabilitas nilai tukar.

Pilar kedua adalah langkah berani pemerintah dalam menyesuaikan harga BBM jenis Pertamax untuk menjaga keberlanjutan APBN. Meskipun kebijakan tersebut bersifat tidak populer, pasar justru merespons positif upaya pemerintah dalam menata kondisi fiskal.

Faktor ketiga adalah penerapan efisiensi anggaran pada berbagai program pemerintah, termasuk Makan Bergizi Gratis (MBG). Langkah ini dibaca pelaku pasar sebagai sinyal kuat kembalinya disiplin fiskal di Indonesia.

“Pasar selama beberapa bulan terakhir menunggu bukti bahwa Indonesia bersedia melakukan normalisasi fiskal. Kini sinyal tersebut mulai terlihat,” ungkapnya.

Efektivitas dari berbagai langkah tersebut pun mulai membuahkan hasil nyata dalam perdagangan mata uang. Fakhrul menambahkan bahwa pada pekan lalu, rupiah tercatat menjadi mata uang dengan kinerja penguatan terbaik kedua di Asia, hanya berada di bawah won Korea Selatan.