Jakarta – Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, mendorong penguatan kolaborasi antara perantau dan masyarakat di kampung halaman untuk mengakselerasi pembangunan daerah. Sinergi ini diyakini menjadi kunci kemandirian ekonomi Sumbar di masa depan.
Hal tersebut disampaikan Mahyeldi dalam Forum Silaturahmi Minang Diaspora Network-Global (MDN-G) 2026 di Auditorium Universitas YARSI, Jakarta, Sabtu (23/5/2026). Ia menegaskan bahwa strategi kolaborasi ini telah resmi masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025-2029.
“RPJMD Sumbar menekankan pentingnya mendayagunakan nilai gotong royong yang melibatkan seluruh komponen masyarakat melalui pendekatan pembangunan yang holistik dan integratif,” ujar Mahyeldi.
Menurutnya, masih ada sejumlah tantangan besar yang perlu diselesaikan bersama, mulai dari peningkatan daya saing sumber daya manusia, penguatan ketahanan pangan, hingga pembenahan infrastruktur dasar. Mahyeldi berharap pengalaman serta jejaring luas yang dimiliki para perantau dapat menjadi energi tambahan untuk menuntaskan hambatan tersebut.
Acara bertema “Mufakat Ranah dan Rantau untuk Membangun Nagari-Menguatkan Jati Diri” ini juga menjadi momen pemberian apresiasi bagi tokoh-tokoh berprestasi. Sastrawan Taufiq Ismail menerima penghargaan Pencapaian Sepanjang Hayat yang sekaligus menjadi dukungan moril bagi pencalonannya dalam Nobel Prize bidang sastra.
Penghargaan serupa diberikan kepada Rais Yatim dan Buya Mas’oed Abidin sebagai Tokoh Penulis Buku Adat dan Budaya. Sementara itu, kategori Tokoh Filantropi disematkan kepada Jurnalis Udin, Nurhayati Subakat, serta Yendra Fahmi atas kontribusi nyata mereka di bidang sosial dan kemanusiaan.
Perhelatan ini dihadiri sejumlah pejabat tinggi negara, di antaranya Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon, Menteri Ketenagakerjaan RI Yassierli, serta Ketua Umum DPP Gebu Minang Oesman Sapta Odang. Selain diskusi, agenda tersebut juga diisi dengan pameran buku untuk kembali menggairahkan tradisi intelektual Minangkabau.







